Julian Alvarez River PlateGetty Images

Tolong, Jangan Sebut Julian Alvarez 'The Next Aguero' Manchester City

Kali terakhir Manchester City medatangkan striker untuk tim utama adalah pada 2016. Gabriel Jesus adalah pemain yang dimaksud

Namun, jika Anda menganggap bahwa Jesus kini diplot sebagai pemain sayap, maka Anda harus merujuk ke Wilfried Bony–sebelum Pep Guardiola ditunjuk–untuk nama terakhir seorang penyerang tengah yang bergabung dengan City.

Kinclong di Swansea, Karier Bony terbilang anjlok sejak bersama City. Kini, striker asal Pantai Gading itu membela klub Eredivisie Belanda, NEC Nijmegen. Sebaliknya, The Citizens terus berkembang.

Alasan jelas untuk “kelesuan” City di bursa transfer adalah konsistensi performa Sergio Aguero sebagai bomber utama.

Sebagai striker terbaik City, serta top skor keempat dalam sejarah Liga Primer Inggris, nyaris tidak mungkin menemukan pemain yang sepadan, alih-alih lebih baik.

Argumen lain untuk keengganan City merekrut striker baru adalah kemahiran Guardiola dalam meracik tim tanpa striker murni.

Bermain dengan false nine, atau gelandang yang diplot sebagai penyerang, Pep sudah bawa City nyaman di puncak klasemen sementara dan dengan status juara bertahan.

Tapi, City selalu menginginkan opsi striker dan ketika Aguero hengkang pada musim panas lalu, penggantinya mengerucut ke dua nama, Harry Kane dan Cristiano Ronaldo, yang akhirnya gagal diamankan.

Interval tujuh tahun tanpa pemain depan berakhir pada tenggat jendela transfer Januari lalu, City resmi merekrut striker asal Argentina Julian Alvarez senilai £14 juta dari River Plate. Namun, pemain berusia 22 tahun itu lalu dipinjamkan ke River setidaknya hingga Juli mendatang.

Txiki Begiristain quote GFX Manchester City Julian AlvarezGetty Images

Tentu, ada kegembiraan besar. Tapi jelas, menimbulkan komparasi yang tidak terhindarkan dengan Aguero, yang paling kentara adalah irisan kebangsaan dan kemampuan mencetak golnya.

Alvarez—yang mencetak 18 gol untuk menjadi pencetak gol terbanyak Divisi Primera Argentina musim lalu—mengidolakan Aguero dan telah memiliki enam caps bersama Albiceleste.

Meski begitu, Alvarez adalah tipe striker yang berbeda atau dalam frasa yang barangkali agak berlebihan boleh dibilang, lebih komplet.

Jika Aguero adalah pitbull dan oprtunis ulung, Alvarez memiliki visi berbeda di lapangan. Nama terakhir terhitung berdarah dingin dan tidak hanya berkeliaran di kotak penalti. Anda akan menemukan karakter gaya main yang tidak sama di antara keduanya.

Ada keyakinan bahwa Alvarez bisa menembus skuad reguler City musim depan, tapi tetap ada kemungkinan bahwa ia bisa tinggal di Argentina lebih lama atau bergabung dengan klub satelit yang bernaung dalam City Football Group.

"Kami sangat yakin dia salah satu penyerang muda terbaik di Amerika Selatan," ucap direktur sepakbola City, Txiki Begiristain.

“Saya sangat senang kami berhasil mendatangkannya ke Manchester City. Saya benar-benar yakin kami dapat memberinya kondisi yang tepat untuk memenuhi potensinya dan menjadi pemain papan atas,” tambahnya.

Alvarez merayakan ulang tahun ke-22 saat kesepakatan berjalan dan kontrak lima setengah tahun menunjukkan visi jangka panjang City dengan transfer ini.

Sebagai Pemain Terbaik Amerika Selatan, sejumlah klub Eropa dikaitkan dengan Alvarez, termasuk Real Madrid di mana ia telah menghabiskan dua tahun sebagai pemain akademi, tapi dia gagal bergabung karena regulasi usia.

Kembali ke Argentina, Alvarez adalah bagian dari skuad River Plate yang menjuarai Copa Libertadores 2018 setelah mengalahkan rival bebuyutan Boca Juniors.

Pengumuman perekrutan yang relatif sederhana, tanpa wawancara internal, dan minim kehebohan, menunjukkan bahwa Alvarez adalah properti panas untuk masa depan.

Perekrutan Alvarez diprediksi tidak akan memengaruhi rencana City untuk datangkan striker dengan nama besar pada bursa transfer musim panas mendatang. Maklum, Si Bulan Biru gagal memindahkan Harry Kane dari ibukota.

Bintang Borussia Dortmund, Erling Haaland, kini kencang dikaitkan. Kane rasanya juga belum dihapus dari daftar beli.

Sementara dalam lis alternatif, ada nama Darwin Nunez dari Benfica dan Joao Felix dari Atletico Madrid.

Namun, ada jalur yang jelas bagi Alvarez untuk membuktikan diri pada City dan kesempatan untuk mengikuti jejak Aguero.

Sebelum memutuskan pensiun di Barcelona imbas gangguan kesehatan, Aguero telah memenangkan cukup banyak gelar dan mapan di timnas, juga sebelum datang ke City. Alvarez akan mengambil waktu manisnya untuk sampai ke sana dan menjadi pemain yang berbeda. Aguero tidak bisa digantikan. Biarkan Alvarez menjadi Alvarez.

Iklan
0