Palang pintu timnas Indonesia Jordi Amat kini menatap Piala Asia 2023 dan Liga Champions Asia (LCA) 2023/24 setelah turut membantu Jphor Darul Takzim menjadi juara Malaysia Super League (MSL) musim ini.
JDT memastikan gelar juara lebih cepat, meski MSL masih menyisakan empat pertandingan. Kepastian itu diperoleh setelah JDT menggasak PDRM 4-0 di Stadion Sultan Ibrahim, Rabu (27/9) malam WIB.
Pada pertandingan yang menentukan kepastian gelar juara ini, Amat tidak diturunkan pelatih Esteban Solari. Juru taktik asal Argentina tersebut menyebutkan, Amat sedang memulihkan cedera bahu.
Amat semringah dengan capaian yang diperolehnya bersama JDT. Hingga pekan ke-22 MSL, Amat sudah tampil di 20 pertandingan, menciptakan dua assist, serta belum pernah diganjar kartu, baik kuning maupun merah. Gawang JDT pun hanya kebobolan tujuh gol.
Selepas sukses membantu JDT meraih gelar juara, Amat kini menatap Piala Asia 2023 bersama timnas Indonesia, dan LCA 2023/24 dengan Harimau Selatan. Amat berharap Indonesia dan JDT bisa meraih hasil bagus.
“Ini adalah momen yang sempurna, dan saya sangat bangga. Saya sangat menikmatinya sekarang. Beradaptasi dengan gaya sepakbola yang berbeda sangatlah cepat bagi saya,” ujar Amat dalam wawancaranya dengan laman resmi FIFA.
“Saya menantikan Piala Asia di Qatar pada bulan Januari ini, dan Liga Champions di Johor. Ini adalah periode krusial dalam hidup saya.”
Amat kembali menekankan kebanggaannya bisa memperkuat timnas Indonesia, negeri asal leluhurnya. Apalagi Amat bakal dinobatkan sebagai pangeran di salah satu suku yang ada di Indonesia.
“Saya sangat senang bisa mewakili negara besar seperti Indonesia, dan bermain untuk tim terbaik di Asia Tenggara, JDT. Membela negara sebesar Indonesia, saya sangat bangga melakukannya” ujar pemain berusia 31 tahun itu.
“Nenek saya berasal dari Makassar. Meskipun saya diharapkan menjadi Raja berikutnya sebagai anak sulung di generasi saya, saat ini ada orang lain yang menyandang gelar tersebut. Saya sangat menantikan upacara yang akan datang di Siau, salah satu pulau, yang menandai kenaikan resmi saya menjadi pangeran.”


