20200314_Jovic(C)Getty images

Luka Jovic Abaikan Karantina Virus Corona, Perdana Menteri Serbia Marah

Perdana Menteri Serbia, Ana Brnabic mengecam Luka Jovic setelah adanya klaim sang striker Real Madrid melanggar aturan karantina di tanah kelahirannya.

Striker berusia 22 tahun, yang pindah ke Santiago Bernabeu dari Eintracht Frankfurt pada musim panas lalu, dilaporkan turun ke jalan-jalan di Beograd selepas pulang ke negaranya untuk merayakan pesta ulang tahun kekasihnya.

Para pemain Serbia sebelumnya mendapat perintah dari pemerintah mereka untuk tetap berdiam diri di rumah masing-masing sebagai langkah untuk menghentikan penyebaran COVID-19, yang telah menginfeksi lebih dari 225.000 orang di seluruh dunia dan mengakibatkan lebih dari 9000 orang kehilangan nyawa.

Spanyol menjadi salah satu negara yang terkena dampak para pandemi virus corona, yang membuat negara tersebut ditutup sepenuhnya, dengan memunculkan lebih dari 17.000 kasus dan 767 angka kematian.

"Kami memiliki contoh-contoh negatif dari para pemain sepakbola, yang mendapat gaji besar, menngabaikan aturan karantina setelah kembali ke rumah," kecam Brnabic terkait rumor aksi Jovic, seperti dilansir AS.

Para pemain dan staf Real Madrid sendiri sedang menjalani masa karantina setelah penggawa tim basket mereka, Trey Thompkins pekan lalu dinyatakan positif mengidap virus corona.

Namun Jovic menggunakan laman Instagram untuk memberi penjelasan bahwa dirinya mendapat izin dari klub untuk pulang ke negaranya selama krisis berlangsung.

"Kamis lalu, pimpinan tim medis Real Madrid memberi izin kepada Luka Jovic untuk pulang ke Serbia [dengan surat medis khusus] dan menjalani karantina di rumahnya sendiri," tulis unggahannya.

Tampil subur di Bundesliga Jerman musim lalu, Jovic baru mampu mengemas dua gol dan dua assist dalam 24 penampilan bersama Madrid sepanjang musim 2019/20 ini.

Iklan
0