Jose Mourinho menegaskan dirinya punya rasa lapar yang lebih besar dari sebelumnya untuk kembali melatih dan mengaku rindu berada di pinggir lapangan.
Mourinho dipecat Manchester United pada Desember lalu, dua setengah tahun dari perjanjian kontrak tiga tahun yang sedianya harus dijalani di Old Trafford.
Sang manajer asal Portugal belakangan dikaitkan dengan potensi kembali melatih di Italia mau pun ke Prancis, hanya saja sejauh ini masih belum mengambil keputusan.
Berusia 56 tahun dan telah memenangkan dua trofi Liga Champions serta delapan titel liga domestik dari empat negara, bisa dipahami jika Mourinho tidak punya hasrat yang sama lagi untuk kembali melatih.
Namun justru sebaliknya, ketika ditanya Eleven Sports Portugal soal gairahnya sebagai pelatih, Mourinho menjawab: "Sekarang saya punya lebih. Saya belum makan selama lima bulan. Saya belum makan sepakbola selama lima bulan."
"Sekarang jelas saya punya lebih banyak. Saya belum menderita karena saya tidak punya sepakbola, karena saya tidak melatih, karena saya tidak bermain. Saya tidak dalam situasi menonton pertandingan sepakbola di televisi dan mematikannya karena saya tidak ingin melihat apa pun."
"Saya memiliki kontrol yang sempurna terhadap emosi saya. Tetapi itu adalah bagian penting dari hidup saya dan jelas saya melewatkannya."
Meski menegaskan masih punya gairah besar, Mourinho menekankan tidak akan terburu-buru untuk mencari posisi yang baru dan berkata akan lebih sabar dalam menantikan proyek yang tepat.
"Memenangkan kompetisi kelima yang berbeda atau memenangkan Liga Champions bersama klub ketiga yang berbeda adalah hal-hal yang ingin saya lakukan, tapi saya tidak tergesa-gesa," lanjutnya.
"Saya akan lebih meyakinkan diri sendiri tentang sebuah proyek. Saya ingin bahagia. Saya tidak ingin pergi dengan satu kaki di depan dan satu kaki di belakang."
"Jadi saya sepenuhnya tenang. Jika tidak sekarang, itu akan terjadi nanti. Jika saya tidak punya apa yang bisa membuat saya bahagia, saya tidak akan pergi."
"Saya pikir memang berhak berpikir seperti itu. Saya berhak untuk mengatakan bahwa saya hanya pergi ketika saya berpikir memang harus melakukannya."



