Arsitek Tottenham Hotspur Jose Mourinho kembali menyerang manajer Liga Primer Inggris karena perilaku mereka di pinggir lapangan, sambil menyebut dirinya adalah "contoh yang bagus untuk perilaku yang baik."
Mourinho telah beberapa kali dianggap melanggar oleh FA Inggris selama kariernya di Inggris, dengan sebelumnya pernah dua kali menangani Chelsea dan satu kali di Manchester United sebelum kini menangani Spurs.
Pelatih asal Portugal itu pernah terkenal dengan sanksi pinggir lapangan pada 2016 ketika ia menendang botol dalam kedudukan 1-1 antara The Red Devils dan West Ham United, dan dia terlibat dalam insiden panas lainnya setelah menyaksikan Tottenham kalah 2-1 di tangan Liverpool pada Kamis (17/12) dini hari WIB.
Setelah peliut akhir pertandingan, Mourinho terlihat bertukar kata-kata dengan manajer The Reds Jurgen Klopp.
Klopp sendiri terlihat marah dalam sejumlah kesempatan terhadap keputusan wasit, dan pelatih asal Jerman itu sempat melampiaskan kekecewaannya itu kepada ofisial keempat, Mike Dean.
Dalam sebuah wawancara usai pertandingan, Mourinho mengungkapkan rincian percakapan dirinya dengan Klopp.
"Saya katakan kepadanya [Klopp] bahwa tim terbaik kalah dan dia tidak setuju, tapi itu pendapatnya," ujar Mourinho.
"Jika saya berperilaku seperti dia di pinggir lapangan, saya tidak akan bertahan di sana. Itu animasi? Untuk beberapa alasan, saya berbeda."
Malam sebelumnya, manajer Manchester City Pep Guardiola lolos dari hukuman setelah terlibat berusaha merebut papan elektronik ofisial keempat sebelum empat menit waktu tambahan ditunjukkan di akhir hasil imbang 1-1 di kandang lawan West Brom.
Mourinho tidak mengerti mengapa rekan-rekannya itu terus melakukan perilaku semacam itu, seperti yang dia katakan kepada Sky Sports jelang pertandingan lawan Leicester City, Minggu (20/12) malam WIB.
"Saya selama bertahun-tahun menjadi contoh yang bagus dari perilaku yang buruk di pinggir lapangan, dan saya selalu dihukum karena itu," ujar Mourinho.
"Pada saat ini, sejujurnya, saya menganggap diri saya--dan saya yakin wasit merasakan hal yang sama--adalah contoh yang bagus untuk perilaku yang baik di pinggir lapangan, tapi saya melihat yang lain melakukan hal-hal yang luar biasa, beberapa menuju ke arah yang tidak pernah saya tuju, dan tidak ada yang terjadi. Ini yang bisa saya katakan, karena saya menjalaninya. Saya hidup hari demi hari di pinggir lapangan."


