Jose Mourinho meyakini bahwa ia “terbukti benar” kala menyoroti masalah Manchester United tiga tahun lalu.
Pelatih asal Portugal itu menyatakan kepada wartawan bahwa ia telah melakukan pekerjaan dengan baik di Man United selama dua setengah musim pasca-dipecat pada Desember 2018. Meski, gagal memenangkan gelar Liga Primer Inggris.
“Saya menganggap salah satu pekerjaan terbaik dalam karier saya adalah membawa Man United finis kedua di Liga Premier [musim 2017/18]. Anda akan berkata: ‘Orang ini gila. Dia memenangkan 25 gelar dan dia bilang bahwa finis di posisi kedua adalah salah satu pencapaian terbaiknya?’ Saya terus mengatakan ini karena orang tidak tahu apa yang terjadi di balik layar,” ucap Mou pada 2019.
Belum lama ini, United resmi menunjuk manajer baru, Erik ten Hag. Eks bos Ajax itu dituntut untuk menyetop paceklik trofi Setan Merah dalam lima tahun terakhir alias sejak era Mou.
“Sayangnya, iya,” ucap Mourinho kepada BT Sport ketika ditanya apakah ia merasa pernyataannya terkait masalah di kubu Man United terbukti benar.
"Tentu, koneksi pertama saya di Inggris adalah Chelsea, begitulah cara saya melihat [manajemen klub]. Sebagai manajer Chelsea pada dua periode, dalam hitungan enam tahun.”
“Tapi fans Man United spesial dan ada banyak sosok bagus di dalam klub, jadi saya tidak senang menjadi benar. Saya tidak senang menjadi benar. Saya ingin salah, tapi saya tahu bahwa saya benar.”
“Bagi saya, hal pertama yang harus Anda ubah ketika segala sesuatunya tidak berjalan dengan semestinya adalah mentalitas dan organisasi, dan itu tidak terjadi.”
“Saya tahu bahwa kepergian saya tidak akan menyelesaikan situasi [penurunan performa klub]. Sayangnya, saya tahu itu. Jujur, saya berharap yang terbaik untuk mereka dan semoga itu berhasil,” pungkasnya.
Terbaru, Mourinho sukses menegaskan kembali status “serial pemenang” saat mengantarkan AS Roma menjuarai Europa Conference League setelah mengalahkan Feyenoord 1-0, Kamis (26/5) dini hari WIB.
