Jose Mourinho memulai pekerjaannya sebagai pelatih baru AS Roma, Jumat (2/7), berjanji akan menghadirkan kesuksesan jangka panjang setelah klub Serie A itu terpuruk musim lalu.
Giallorossi gagal bersaing di jalur Scudetto, malah tercecer di posisi ketujuh klasemen Serie A musim 2020/21, tertinggal 29 poin di belakang Inter Milan yang keluar sebagai juara.
"Kami ingin membuat Roma sukses, namun masa depan kesuksesan - bukan momen kesuksesan yang terisolasi [sekali saja] ... kami ingin melakukan sesuatu yang berkelanjutan," kata Mourinho kepada laman resmi klub.
Ditanya apa yang telah berubah darinya sejak memimpin Inter meraih dua Scudetto pada 2009 dan 2010 serta trofi Liga Champions pada tahun yang sama, Mourinho membanggakan rekornya di seluruh Eropa, termasuk ketika di Real Madrid dan Manchester United.
"Pengalaman, sepertinya semua menjadi deja vu karena Anda melalui begitu banyak pengalaman. Sejak saya meninggalkan Italia, saya pergi ke Real Madrid yang menjadi pengalaman luar biasa saya dan saya mencapai impian saya untuk menjadi juarai di Italia, Inggris dan Spanyol," jelasnya.
"Dengan begitu banyak pengalaman, dan pelajaran di saat-saat baik dan buruk, saya jauh lebih siap sekarang daripada sebelumnya."
Juru latih berusia 58 tahun asal Portugal itu mengatakan dirinya punya hubungan baik dengan pemilik Roma, Friedkin Group dan direktur klub, Tiago Pinto, serta mengisyaratkan keinginannya untuk mendatangkan beberapa pemain baru.
"Saya harap bos dan direktur Tiago memiliki beberapa hadiah untuk saya, karena itu akan menyenangkan. Itu akan menjadi motivasi tambahan bagi saya," lanjut Mou.
Pada hari pertamanya bertugas, Mourinho mengatakan ia berencana untuk bertahan sampai Roma, yang belum pernah memenangkan trofi sejak Coppa Italia pada 2008, kembali ke masa kejayaan mereka.
"Mudah-mudahan kesuksesan itu datang bersama saya, karena kontraknya adalah kontrak tiga tahun - atau, kontrak pertama, mungkin akan ada yang kedua. Jadi saya berharap hasil pekerjaan kami akan datang seiring saya di sini," tukasnya.


