Mantan manajer Manchester United, Jose Mourinho, mengaku bahwa ia pantas dipecat sebagai juru taktik Setan Merah pada Desember 2018.
Meski begitu, Mou mengatakan bahwa ia tidak bersenang-senang melihat performa buruk Manchester United pasca-penepatan Ole Gunnar Solskjaer sebagai manajer tetap.
Terkini, United dikalahkan West Ham United 0-2 pada pekan keenam Liga Primer Inggris di Stadion Olimpiade London, Minggu (22/9).
Kekalahan tersebut menjadi yang kedua bagi Man United dalam empat laga terakhir di EPL.
Lebih parah lagi, MU gagal mencetak lebih dari satu sejak mengalahkan Chelsea 4-0 pada pekan pertama dan hanya mencetak dua kali clean sheet.




"Saya bukan orang yang tepat untuk menjawabnya," ucap Mourinho ketika ditanya tentang masalah United.
"Saya berada di United selama dua musim dan saya bisa merasakan banyak hal positif. Namun, jelas musim ketiga saya di sana tidak cukup baik," tutur komentator tetap Sky Sports itu.
"Saya dipecat, saya mungkin pantas dipecat karena saya bertanggung jawab sebagai manajer. Tetapi, kenyataan yang menyedihkan adalah mereka lebih buruk dari sebelumnya," kata dia.
"Saya turut merasa sedih. Mungkin orang berpikir saya menikmati situasi ini, tetapi saya tidak menikmatinya sama sekali," tambahnya.
Dengan performa yang ada sekarang plus sejumlah pemain kunci cedera, Mourinho merasa target enam besar adalah yang paling realistis bagi Man United musim ini.
