Palang pintu timnas Indonesia Jordi Amat menegaskan Piala Asia 2023 menjadi tantangan yang bagus buat skuad Garuda untuk meningkatkan performa mereka setelah meraih hasil mengecewakan di dua laga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Dalam pertandingan itu, timnas senior menelan kekalahan telak 5-1 dari Irak, dan bermain imbang 1-1 melawan Filipina. Irak kembali bentrok dengan Indonesia di laga pertama Grup D Piala Asia.
Amat mengakui, dibandingkan dengan kontestan lainnya di Grup D, seperti Jepang, Irak, dan Vietnam, timnas senior tidak termasuk unggulan. Kendati demikian, itu tidak membuat Amat berkecil hati, karena di sepakbola sering menghadirkan hasil akhir di luar dugaan.
“Melihat peluang kami, menurut saya mungkin kami bisa dibilang tim underdog di grup ini. Tapi Anda tak pernah tahu, ini adalah sepakbola,” ujar Amat dilansir laman resmi PSSI.
“Saya pikir tim ini siap untuk bertarung dan berkompetisi. Mungkin di dua laga sebelumnya (kualifikasi Piala Dunia 2026) kami kurang baik, tapi kami harus memperbaikinya. Ini adalah tantangan positif bagi kami ke depannya. Kami harus berbuat lebih baik lagi.”
“Saya siap menjalani Piala Asia tahun depan. Saya menantikan pergi ka Qatar, dan itu akan menjadi turnamen yang hebat. Kita semua menantikannya. Tapi sebelumnya, kami harus mempersiapkan diri di sini, di Antalya, Turki. Senang berada di sini.”
Pemain berusia 31 tahun ini juga mengungkapkan kondisi terakhirnya setelah pelatih Shin Tae-yong menyebut kapten Johor Darul Takzim ini bermasalah dengan bahunya, sehingga harus menjalani terapi di Spanyol.
“Saya dalam kondisi bagus. Sebelumnya saya menjalani perawatan, jadi kondisi bahu saya semakin baik saat ini,” ucap pemain naturalisasi ini.
“Di tiga sampai empat pertandingan sebelumnya, saya menggunakan pereda nyeri. Saya mencoba untuk menghindari operasi, karena di klub punya laga penting. Saya berharap bahu saya oke. Saat ini saya menjalani latihan perdana, dan sempurna.”
