Kapten Johor Darul Takzim Jordi Amat mengaku masih menyimpan kekesalan gawang Harimau Selatan berhasil dibobol Kuala Lumpur City FC, dan berharap hal itu tak terulang laga saat bentrok di final Piala FA, Sabtu (22/7) malam WIB, di Stadium Sultan Ibrahim.
KL City menjadi satu dari tiga tim yang berhasil menjebol gawang JDT pada musim ini. KL City melakukannya pada 3 Juli saat dikalahkan JDT dengan skor telak 6-1 dalam pertandingan Malaysia Super League (MSL).
Saat itu, Amat yang sedang mengawal Romel Ramirez merasa kecolongan, karena Zhafri Yahya sukses menyundul bola liar, sehingga jatuh ke kaki Matko Zirdum untuk menjebol gawang JDT.




Amat dalam keterangannya kepada wartawan menyatakan, ia masih kecewa dengan kebobolan tersebut. Pemain naturalisasi Indonesia ini berharap KL City tidak bisa menjebol gawang JDT untuk kali kedua di laga final nanti.
“Agak kesal setelah KL City mampu mencetak gol, dan insiden tersebut telah didiskusikan dengan rekan satu tim, termasuk staf pelatih untuk memastikan hal itu tidak terjadi lagi di final Piala FA,” ujar Amat dikutip laman Berita Harian.
“Jadi, kami ingin mengontrol permainan dari menit pertama hingga akhir, karena itu penting. Kekuatan KL City terletak pada `set-piece' dan serangan balik yang bisa mengundang bahaya.”
Amat menambahkan, dari pengalamannya bertemu dengan KL City, ia melihat tim besutan Bojan Hodak ini mempunyai kekuatan di sektor tengah. Amat pun menaruh perhatian kepada lini kedua lawan.
“Sebagai seorang bek, saya akan fokus pada gelandang-gelandang KL City yang mampu melakukan umpan-umpan mereportkan. Bahkan di posisi sayap kiri dan kanan, mereka juga perlu diwaspadai, karena mereka cukup cepat, dan tidak bisa membiarkan penyerangnya bergerak bebas.”
“Saya berharap ini menjadi final yang menarik. Kami akan tampil maksimal, dan bermain dengan gaya permainan yang lebih kuat.”
