Gelandang AS Roma Jordan Veretout ingin membawa kesuksesan bersama Prancis di UEFA Nation League ke pertandingan besar melawan Juventus di Serie A Italia pada akhir pekan ini.
Veretout menjadi bagian dari skuad Prancis ketika mengangkat trofi UEFA Nation League usai mengalahkan Spanyol 2-1 pada laga final yang berlangsung di Stadion San Siro dua hari lalu.
Pemain berusia 28 tahun ini secara pribadi ingin melanjutkan hasil positif. Karena itu, Veretout membidik tiga angka di Turin, sekaligus menghentikan catatan buruk gagal mengatasi klub besar pada musim lalu.
“Saya merasakan hal yang luar biasa setelah mendapatkan trofi bersama Prancis,” ujar Veretout dalam wawancaranya dengan Sky Sport Italia.
“Sekarang kami akan menghadapi bulan yang sulit bersama Roma. Dimulai dengan pertandingan melawan Juventus akhir pekan ini. Kami tidak bisa mengalahkan beberapa tim besar pada musim lalu. Saya berharap sekarang lebih baik.”
Juventus memang menjadi salah satu tim besar pertama yang dihadapi Roma pada musim ini. Roma sempat menelan kekalahan 3-2 dalam Derby della Capitale melawan Lazio, sebelum akhirnya bangkit dengan menundukkan Empoli 2-0.
Veretout mengatakan, kehadiran Jose Mourinho sebagai arsitek Roma memberikan pengaruh terhadap mental penggawa Giallorossi. Veretout pun ingin melanjutkan tren positif tersebut di akhir pekan ini.
“Kami selalu bermain untuk meraih kemenangan, dan itu menjadi target kami saat tandang ke Turin. Kami mempunyai pelatih yang hampir memenangi segalanya, dan itu membuat perubahan. Menang dalam laga tandang ke Juventus akan menjadi sangatt penting,” tutur Veretout.
“Mourinho telah mengubah mentalitas kami. Kami bekerja keras dua kali lipat saat latihan untuk membuat dia merasa puas. Jika terus seperti ini, kami bisa melangkah lebih jauh.”
“Sekarang saya lebih konsisten mencetak gol, tapi saya masih bisa lebih baik lagi. Saya berlatih tendangan penalti setiap hari, berusaha tenang ketika meletakkan bola di titik putih.”
“Itu [menjadi bagian] permainan psikologi melawan penjaga gawang. Anda harus tetap tenang, dan saya ingin mempertahankan sikap itu, meski suatu saat saya bisa saja membuat kesalahan.”




