Jordan Henderson Ittifaq 2023Al Ittifaq Twitter

Jordan Henderson Dikritik, Brendan Rodgers Sentil Aktivis LGBTQ+

Manajer Celtic Brendan Rodgers melakukan pembelaan kepada Jordan Henderson yang mengambil keputusan melanjutkan karir di Arab Saudi, sehingga mengundang kritikan dari aktivis dan komunitas LGBTQ+.

Henderson mendapat kritikan dan serangan dari komunitas tersebut, karena memilih melanjutkan karir di negara yang menyatakan hubungan sesama jenis dan transgender merupakan tindakan ilegal.

Bahkan kritikan terhadap Henderson lebih besar dibandingkan bintang Eropa yang memperkuat klub di Arab Saudi. Hal itu disebabkan Henderson sebelumnya memberikan dukungan kepada komunitas LGBTQ+.

Pemain berusia 33 tahun itu dalam wawancaranya dengan The Athletic beberapa hari lalu mengaku merasa perih ketika komunitas LGBTQ+ menuding dirinya sebagai pengkhianat.

“Kalau saya pakai ban kapten pelangi, itu tidak menghormati agamanya, maka itu juga tidak benar. Semua orang harus menghormati agama dan budaya,” ucap Henderson.

Rodgers pun membela pemain yang pernah diasuhnya pada 2012 hingga 2015. Bahkan dengan kalimat sindiran, Rodgers menganggap Henderson telah dihakimi oleh 'petugas moralitas'.

“Mereka (pemain) harus melakukan yang terbaik untuk diri mereka. Saat ini banyak petugas moralitas yang menghakimi orang,” kata Rodgers kepada Talksport dikutip laman BBC.

“Saya mengenal Jordan dengan sangat baik, dan saya tahu cinta yang dia miliki, dan akan selalu dia miliki untuk Liverpool. Dia berada pada tahap karirnya di mana dia mungkin tidak akan menjadi nama pertama di tim.”

“Dia benar-benar sudah memenangkan segalanya. Dia mungkin menginginkan tantangan berbeda, dan demi rasa hormat, mungkin rasanya tidak tepat baginya berada di klub Liga Primer lainnya. Jadi pergi ke luar negeri, dan menghadapi tantangan baru jelas cocok untuk dia.”

Iklan
0