Jonathan Bauman dipastian tidak menjadi pemain Arema FC dalam lanjutan Liga 1 musim ini. Penyerang asal Argentina tersebut memutuskan mundur dari klub asal Malang itu.
Tak sepakatnya besaran gaji yang diberikan Arema FC, jadi sebab Bauman hengkang. Berdasarkan SK PSSI bernomor SKEP/53/VI/2020, klub diizinkan melakukan negosiasi ulang upah kepada pemain, staf pelatih, dan ofisial dengan kisaran 50 persen untuk Liga 1.
Aturan itu berlaku satu bulan sebelum dan sampai berakhirnya kompetisi. Artinya, besaran bayaran itu baru diterapkan sejak 1 September, karena lanjutan Liga 1 musim ini dimulai pada 1 Oktober mendatang.
"Melalui pernyataan ini, saya ingin mengonfirmasi perpisahan saya dari Arema FC. Seperti yang sudah diberitahukan oleh pimpinan klub, proyek yang memotivasi saya dan mempersatukan institusi mengalami beberapa perubahan akibat virus corona, akibatnya mereka membuat saya mengambil keputusan untuk mundur," tulis Bauman dalam akun Instagram miliknya.
Tak lupa, Bauman juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada seluruh orang yang ada di Arema FC. Ia merasa senang bisa mendapat kesempatan membela Singo Edan.
"Mulai sekarang saya ingin berterima kasih kepada manajemen atas kepercayaan ini, staf pelatih, staf medis, dokter, rekan tim, dan semua pendukung atas cinta yang telah mereka berikan kepada saya."
Abi Yazid / Goal"Terima kasih untuk berbagi waktu ini, saya berharap yang terbaik untuk Anda selama sisa musim ini, pelukan erat untuk semuanya. Terima kasih Indonesia untuk semuanya."
Karier Bauman bersama Arema FC terbilang sangat singkat. Pesepakbola berusia 29 tahun tersebut baru datang pada musim ini setelah musim lalu berseragam klub Malaysia Kedah FA.
Kini Arema FC masih harap-harap cemas, karena pelatih Mario Gomez, dan pelatih fisik Marcos Gonzales, sudah pamitan. Penyebabnya sama seperti Bauman, mereka tidak sepakat dengan besaran gaji yang diberikan.
Di sisi lain, Arema FC memulai Liga 1 musim ini dengan tren yang kurang baik. Dari tiga pertandingan yang dimainkan sebelum kompetisi dihentikan pada pertengahan Maret lalu, hanya mampu mengumpulkan tiga poin.
Alhasil, untuk sementara Arema FC harus puas menduduki peringkat 12 klasemen. Hendro Siswanto dan kawan-kawan tertinggal enam angka dari Persib yang bertengger di pucuk.


