Johan Derksen menilai Ruben van Bommel memang pantas tidak mendapat kartu merah atas insiden ketika ia berbenturan keras dengan Aaron Bouwman saat Ajax vs PSV. Bahkan, menurut Derksen, sama sekali tidak ada pelanggaran dalam kejadian itu. Hal tersebut ia sampaikan dalam Groeten uit Grolloo.
“Saya minggu ini cukup jengkel dan heran dengan cerita-cerita histeris yang muncul soal benturan antara pemain PSV Van Bommel dan Bouwman dari Ajax,” buka Derksen dalam podcast tersebut. “Seluruh Belanda berteriak bahwa itu kartu merah.”
“Saya bahkan melihat istilah seperti ‘percobaan pembunuhan’. Hal itu dikecam dan semua orang marah. Tapi menurut saya itu bahkan bukan kartu kuning. Itu benturan khas yang memang terjadi dalam olahraga kontak.”
“Kedua pemain fokus pada bola, dengan sadar bergerak menuju bola, lalu bertemu di lini tengah sepenuhnya secara kebetulan dan tidak bisa lagi saling menghindar. Tidak ada yang bersalah. Sangat tidak enak untuk dilihat, tetapi Anda sama sekali tidak bisa menyalahkan Van Bommel untuk itu, karena dia tidak melihat pemain tersebut. Dan Bouwman juga tidak melihatnya. Itu memang terjadi dalam sepak bola.”
Menurut Derksen, Van Bommel baru melihat Bouwman pada saat terakhir. “Lalu dia memutar bahunya ke arah benturan untuk melindungi dirinya sendiri. Dan Bouwman sama sekali tidak melihat dia datang.”
“Ini sangat menyedihkan dan memang terlihat sangat buruk, tetapi itu bukan pelanggaran. Itu benturan yang terjadi secara kebetulan dan memang muncul dalam setiap olahraga kontak. Wasit itu, Van der Eijk, mengambil keputusan yang sangat bagus.”
“Lalu saya rasa agak murahan kalau bos wasit dari Zeist pagi ini mendapat satu artikel besar di De Telegraaf bahwa itu memang kartu merah dan sebenarnya merupakan kesalahan besar dari wasit tersebut. Itu tidak benar. Hanya orang awam yang sampai pada kesimpulan ini. Jika Anda sendiri pernah bermain sepak bola, Anda paham bagaimana hal seperti ini bisa terjadi. Dalam seluruh situasi ini saya tidak bisa menemukan satu pun pelanggaran,” tutup Derksen.





