Musim ini adalah musim yang aneh bagi Juventus.
Maurizio Sarri memang sukses memimpin Bianconeri meraih Scudetto Serie A yang kesembilan secara beruntun, namun posisinya masih jauh dari kata aman.
Hasil akhir dari kampanye Juventus di Liga Champions musim ini akan sangat krusial bagi sang pelatih. Namun, bukan berarti Sarri gagal total dalam melakukan pekerjaan selama musim debutnya di Turin.
Cristiano Ronaldo telah mencetak lebih banyak gol daripada pemain Juventus lainnya sejak 1952, Paulo Dybala kembali menjadi pemain kunci setelah nyaris dijual saat era Massimiliano Allegri, sementara Matthijs de Ligt mampi bangkit dari awal yang sulit untuk kariernya di Serie A dan membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu bek terbaik di liga.
Sarri telah memainkan peran penting dalam tiga kisah sukses pemainnya tersebut.
Hanya saja, jelas ada beberapa pemain kesulitan untuk beradaptasi dengan gaya permainannya yang mengedepankan penguasaan bola, yang berarti akan memaksa Juventus melakukan banyak pergerakan dalam bursa transfer mendatang...
Potensi rekrutan Juventus musim panas ini
Begitu Sarri ditunjuk sebagai pelatih baru Juventus pada musim panas lalu, Jorginho langsung dikaitkan dengan kepindahan ke Turin. Pemain Italia kelahiran Brasil itu merupakan motor utama penggerak sistem permainan Napoli yang dulu dilatih oleh Sarri.
Setahun yang lalu, Jorginho merasa senang bertahan di Stamford Bridge. Sekarang, situasinya berubah. Ia telah dianggap sebagai pemain surplus dalam skuad Frank Lampard, yang tidak lain karena kemunculan remaja sensasional Billy Gilmour.
Chelsea jelas membutuhkan tambahan dana, mengingat mereka sudah begitu aktif berbelanda pada musim panas ini, namun mereka tidak akan membiarkan Jorginho dengan harga murah. Sarri akan berusaha keras untuk bisa mewujudkan reuni dengan sang gelandang.
Rodrigo Bentancur telah bermain dengan sangat baik di depan empat bek sepanjang 2019/20, namun dengan kepergian Miralem Pjanic ke Barcelona, Juve kemugkinan akan mendatangkan metronom yang sepenuhnya memahami konsep 'Sarriball'.
Pjanic, tentu saja, secara efektif dibarter dengan Arthur, yang tampaknya akan mengisi salah satu dari tiga gelandang tengah, entah di sisi kanan atau kiri.
Gelandang asal Brasil itu bisa saja sangat tidak konsisten, namun dengan kemampuan baiknya dalam mengumpan, jelas ia bakal cocok dengan gaya permainan Sarri.
Juve juga telah mendapatkan pemain lain, Dejan Kulusevski, yang dibeli dari Atalanta pada Januari lalu namun baru akan tiba di Turin musim depan setelah melewatkan sisa kampanye 2019/20 bersama Parma.
Nyonya Tua sudah lama tidak memiliki pemain dengan laju cepat nan berbahaya seperti sang gelandang Swedia, yang mampu untuk menembus garis tengah dengan kecepatan dan keterampilannya menggiring bola yang fantastis.
GettyJuventus juga mungkin akan mendatangkan bek kiri baru, mengingat tren penurunan yang dialami Alex Sandro belakangan ini dan Sarri melihat beka anak asuhnya di Chelsea, Emerson Palmieri.
Seperti Jorginho, sang penggawa tim nasional Italia tersisih dari skuad Lampard dan akan tersedia di bursa transfer. Namun, tantangan untuk mendapatkannya cukup sulit, karena Inter, sesuai permintaan Antonio Conte, juga tertarik pada pemain 25 tahun itu.
Yang terakhir, Juve juga mencari striker No.9 baru karena Gonzalo Higuain tidak lagi dalam bentuk permainan terbaik, mengalami kesulitan di dalam dan luar lapangan, dan berpotensi untuk pulang ke kampung halamannya di Argentina.
Dengan statusnya sebagai satu-satunya penyerang ortodoks di skuad Juve, kampiun Italia menunjukkan ketertarikan mereka terhadap pemain lain yang juga telah dikenal baik oleh Sarri, yakni Arkadiusz Milik.
Bomber internasional Polandia itu sudah menekankan tidak memiliki niatan untuk memperpanjang kontraknya di Napoli, yang sekarang hanya bisa menantikan tawaran dan menjual mantan penggawa Ajax itu dengan harga setinggi mungkin.
Yang mungkin dilepas Juventus
Kesuksesan Juventus dalam musim-musim sebelumnya saat menjadi juara tak lepas dari solidnya lini belakang mereka. Namun tidak musim ini, Bianconeri telah kebobolan 40 gol - catatan tertinggi mereka sejak musim 2010/11, ketika mereka finis ketujuh.
Maka dari itu, barisan pertahanan mereka sangat mungkin menjadi sasaran perombakan.
Duo veteran Giorgio Chiellini dan Gianluigi Buffon sama-sama meneken perpanjangan kontrak hingga 2021, namun akan menjadi kejutan besar apabila Daniele Rugani masih dipertahankan klub untuk musim depan.
Sang bek sentral memang diorbitkan oleh Sarri ketika masih menangani Empoli, namun pemain berusis 25 tahun itu sejauh ini belum bisa menunjukkan performa terbaiknya di Turin dan kemungkinan akan dijual pada musim panas ini, bisa jadi ke Liga Primer Inggris.
Mattia De Sciglio adalah pemain yang berguna bagi skuad karena kepiawaiaannya bermain di sisi kiri dan kanan pertahanan tapi juga berpotensi dilepas, mungkin sebagai bagian dalam kesepakatan transfer salah satu target utama Juventus.
Di tengah, Aaron Ramsey mengalami musim pertama yang tidak sesuai ekspektasi di Italia, dengan cedera terus menghantui mantan pemain Arsenal itu.
GettySang superstar Wales memang masih bisa berbuat lebih banyak, namun jangan heran apabila Juve memutuskan untuk menghasilkan sejumlah uang dari penjualan pemain yang tiba dengan status bebas transfer pada musim panas lalu.
Posisi Adrien Rabiot mirip dengan Ramsey, meski sang gelandang Prancis telah menunjukkan perkembangan pesat dalam fase akhir musim ini. Tawaran besar dari Liga Primer untuknya mungkin akan dipertimbangkan Juve.
Di depan, Higuain, seperti yang dijelaskan, hampir dipastikan akan pergi dan Federico Bernardeschi juga bernasib sama.
Sama seperti De Sciglio, Bernardeschi merupakan pemain multiposisi yang berguna bagi tim namun jika sulit menampilkan potensi sebenarnya, ia perlu bermain secara reguler.
Eks winger Fiorentina itu sekarang berusia 26 tahun dan transfer ke klub lain bisa menjadi solusi terbaik bagi klub dan dirinya. Barcelona sebelumnya pernah dikaitkan dengan Bernardeschi, namun mungkin bisa menuju ke Napoli sebagai bagian dari kesepakatan transfer Milik.
Prediksi susunan skuad Juventus musim depan
Jelas, gambaran tim musim depan akan bergantung pada bagaimana nasib Sarri sebagai pelatih.
Keberhasilan Juve menjuarai Serie A musim ini tidak cukup banyak untuk bisa membungkam para peragu, dan kegagalan untuk melewati Olympique Lyon di babak 16 besar Liga Champions bisa menjadi sinyal akhir dari masa jabatannya.
Namun, Fabio Paratici selaku direktur klub telah menegaskan bahwa posisi Sarri aman, jadi kami mengasumsikan bahwa Bianconeri akan sekali lagi dipimpin olehnya musim 2020/21 dengan memainkan formasi favoritnya 4-3-3.
GoalJika ada kesepakatan yang tercapai dengan Chelsea untuk Jorginho, ia jelas akan langsung masuk ke skema lini tengah formasi tersebut bersama dengan dua rekrutan baru: Kulusevski dan Arthur.
Kulusevski juga bisa dimainkan di sayap kanan, tentu saja, dengan Dybala dioperasikan sebagai 'false nine', namun Milik diyakini akan menjadi ujung tombak utama apabila datang dari Napoli.
Di belakang, Chiellini, apabila kembali fit, kemungkinan besar akan merebut posisi Bonucci sebagai pasangan De Ligt, yang seharusnya bisa membuat perbedaan besar pada catatan pertahanan mereka yang buruk musim ini.
