Presiden Barcelona Joan Laporta menyebut timnya tidak mendatangkan Neymar menjadi "sesuatu yang bagus, dan ia mengakui membawa pemain asal Brasil itu kembali ke Camp Nou "tidak akan membantu" klub.
Laporta mengungkapkan kepada Esport3 pada September bahwa Neymar telah menyatakan keinginan untuk meninggalkan Paris Saint-Germain setelah pergantian presiden dilakukan Barcelona.
Namun, tidak ada kesepakatan yang diraih, dan Neymar telah memperpanjang kontraknya yang mewah di Parc des Princes - di mana dia dipersatukan kembali dengan mantan rekan setimnya di Barca, Lionel Messi.
Barcelona sempat kecewa tidak bisa mendatangkan kembali Neymar ketika itu, namun kini Laporta mengakui kalau itu adalah keputusan yang terbaik untuk semua pihak.
"Ketika angka-angka itu dijelaskan kepada kami, kami pikir ada ruang untuk melakukannya. Kami tidak melakukan uji tuntas," ujar Laporta kepada RAC1.
"Mereka memberitahu kami bahwa dia ingin datang, dan ia tidak bisa melanjutkan di sana, setelah meyakinkan klub [untuk membiarkan dia pergi]."
"Tapi, ini adalah sepakbola dan siapa pun yang mengajukan terbaik akan menang. Tidak mengontraknya adalah hal yang bagus, itu tidak akan membantu."
"Neymar bisa menghasilkan banyak pendapatan, tapi tidak mengontraknya adalah hal yang bagus."
Barcelona pernah merekrut Neymar dari Santos pada 2013, dengan siperstar asal Amerika Latin itu mencetak 106 gol dari 186 penampilan.
Neymar membantu Barcelona memenangkan dua gelar La Liga Spanyol dan satu Liga Champions. Ketika itu, partner dia 'MSN' bersama Messi dan Lusi Suarez membuat klub terkenal dengan lini serang yang mematikan.




