Xavi Joan Laporta BarcelonaFC Barcelona

Joan Laporta: Frenkie De Jong Ikut Tur Pramusim Barcelona!

Drama saga transfer Frenkie de Jong tidak pernah berhenti. Presiden Barcelona Joan Laporta menegaskan gelandang asal Belanda itu akan bergabung dengan tim untuk menjalani pramusim di Amerika Serikat.

Hal itu ditegaskan Laporta disela-sela perkenalan Rapinha sebagai bagian dari skuad Barcelona di musim 2022/23, Jumat (15/7). Laporta menjadikan momen ini sebagai kesempatan untuk meredam spekulasi transfer De Jong.

Barcelona diberitakan telah menemui De Jong untuk menerima pinangan Manchester United setelah kedua klub sudah saling menyepakati biaya transfer yang kabarnya mencapai £71 juta, atau sekitar Rp1,2 triliun.

Terakhir, media Spanyol Sport mewartakan Barcelona mengancam akan mencoret De Jong dari daftar rombongan tur pramusim ke AS jika dia memilih bertahan. Barcelona merasa De Jong wajib menerima tawaran United, karena berkaitan dengan finansial klub.

Namun Laporta membantah pemberitaan media di Spanyol. Menurutnya, Barcelona tidak pernah memaksa De Jong untuk pergi dari Catalan. Bahkan De Jong akan dimasukkan ke dalam rombongan tur pramusim.

“Tidak benar klub harus menjual Frenkie de Jong. Keikutsertaan dia di tur pramusim akan ditentukan Xavi, dan dari yang saya pahami, dia akan berangkat,” tegas Laporta dikutip laman Marca.

Pernyataan tak jauh berbeda disampaikan Mateu Alemany. Direktur olahraga Barcelona ini mengakui harus melepas pemain untuk menyeimbangkan neraca klub. Tetapi Alemany menegaskan, De Jong merupakan bagian penting dari tim.

“Frenkie merupakan pemain penting bagi kami. Kami benar-benar mengandalkan dia. Ceritanya (saga transfer) berakhir di sini,” tandas Alemany.

“Masalah fair play memang memaksa pemain untuk pergi. Mereka yang pergi bisa satu atau yang lainnya. Yang lebih rumit adalah kepergian pemain yang kurang penting dibandingkan Frenkie.”

“Pemain yang berangkat ke Amerika Serikat bergantuung kepada Xavi. Ada pemain yang sudah mengetahui situasi mereka, dan kami menghubungi agen mereka untuk mencapai kesepakatan. Logikannya adalah mereka tetap di sini, dan mencari jalan keluar secepat mungkin.”

Iklan
0