Pelatih JermanJoachim Low menyebut pertarungan perempat-final Euro 2016 kontra Italia, Minggu (3/7) dini hari WIB, memang pantas dimenangkan oleh anak asuhnya.
Jerman sukses mematahkan kutukan tidak pernah atas Italia di turnamen resmi lewat drama adu penalti yang berkesudahan 6-5 setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit.
Low merasa timnya seharusnya bisa menang di waktu normal mengingat mereka punya beberapa peluang emas untuk memperbesar keunggulan 1-0 yang diciptakan Mesut Ozil. Sayang, handball Jerome Boateng membuat Leonardo Bonucci bisa menyamakan skor via titik putih.
“Ini adalah laga yang sangat taktis. Kekuatan Italia terletak di tengah dan kami mampu meredamnya dengan baik. Saya pikir mereka tidak akan mampu mencetak gol balasan jika bukan karena penalti itu,” ujarnya selepas laga.
“Di pengujung laga, pada akhirnya kami beruntung [bisa menang lewat adu penalti]. Tetapi saya pikir kami superior. Kami punya dua atau tiga peluang lebih banyak ketimbang Italia. Kami harusnya bisa membunuh laga ketika Mario Gomez berada sendirian di depan, tetapi Buffon berhasil menyelamatkannya dengan baik,” imbuhnya.
Banyaknya penalti yang gagal di kubu Jerman saat adu tos-tosan -- yakni Thomas Muller, Mesut Ozil, Bastian Shcweinsteiger -- Low mengaku angkat tangan. “Saya tidak punya pengaruh saat adu penalti. Lima penendang pertama diputuskan dengan cepat, kemudian Anda harus membiarkan para pemain memutuskan sendiri sesuai perasaan mereka,” ungkapnya
Sementara terkait perubahan formasi menggunakan tiga bek, Low menjelaskan bahwa fleksibilitas semacam ini sudah dilatih selepas Piala Dunia 2014 agar pola permainan timnya tidak mudah terbaca oleh lawan. “Kami sudah sering berlatih dan bertanding dengan taktik ini, jadi ini bukan perubahan besar,” pungkas Low.
Low dan pasukannya bakal menantang pemenang antara Prancis dan Islandia dalam laga semi-final pada Kamis (7/7) mendatang di Marseille.




