Ketua umum PSSI Erick Thohir menjamin Joachim Low bukan direktur teknik (dirtek) PSSI yang baru. Menurutnya, sulit untuk mendatangkan pria Jerman tersebut karena level sepakbola Indonesia masih di bawah.
Beberapa bulan lalu, PSSI menjalin kerja sama dengan federasi sepakbola Jerman (DFL). Lantas, DFL mengasih rekomendasi nama untuk menempati posisi dirtek PSSI sehingga bisa membantu perkembangan sepakbola Tanah Air.
Kemudian, wakil ketua umum PSSI Zainudin Amali mengasih petunjuk kalau dirtek baru adalah mantan pemain Jerman dan berusia 60 tahun. Hal ini yang memunculkan rumor Low yang bakal menempati posisi tersebut.
Keadaan tersebut karena Low saat ini berumur 63 tahun dan juga eks pemain. Terlebih, ia sekarang berstatus pengangguran usai mengundurkan diri dari pelatih Jerman.
"Salah besar. Saya rasa tentu maunya sebesar itu, tetapi dari peringkat 150 ditarget ke 100 dalam jangka pendek. Tentu juga gambaran sepakbola Indonesia juga kurang bagus. Banyak sekali gaji telat, banyak juga perlindungan pemain tidak jelas, pelatih juga," kata Erick.
"Jadi kalau kita ingin menarik pelatih sekelas itu, kita bagus dahulu. Tetapi dirtek yang akan kami datangkan untuk mendampingi juga bagus. Nanti saja diumumkan kalau sudah waktunya," Erick menambahkan.
Kendati begitu, Erick mengatakan dirtek baru PSSI tetap punya kemampuan yang oke. Ia yakin orang yang nantinya menempati posisi tersebut bisa bekerja maksimal dengan pelatih Shin Tae-yong dan Indra Sjafri.
"Kami mau direktur teknik ini punya pengalaman besar sehingga bisa berdiskusi dengan Tae-yong dan juga Indra Sjafri, sekalian juga menyiapkan program bagaimana melatih seluruh pelatih di Indonesia. Karena itu ini nanti didampingi pelatih muda yang bisa men-training pelatih di seluruh Indonesia," ucapnya.
"Jadi direktur teknik fokus kepada tim nasional bagaimana rencana kultur sepakbola Indonesia, tetapi standardisasi para pelatih Indonesia, ada khusus pelatihnya," ia melanjutkan.
