Manajer operasional Ipswich Town Lee O'Neill mengaku lega setelah penggawa timnas Indonesia U-19 Elkan Baggott bersedia menandatangani kontrak profesionalnya bersama klub.
Baggott menandatangani kontrak profesional dengan Ipswich Town di usia 18 tahun yang berlaku hingga 2023. Baggott dapat memperkuat Ipswich Town dengan status pemain lokal berkat kebijakan homeground player.
O'Neill mengatakan, jika Ipswich Town terlambat mengontrak Baggott, mereka bisa kehilangan pemain blasteran Inggris-Indonesia tersebut. Menurutnya, British Exit (Brexit) bisa memberikan dampak kepada pemain seperti Baggott.
Brexit mulai diterapkan secara penuh 1 Januari 2021 setelah Inggris menyatakan keluar dari Uni Eropa pada 2016. Ini memberikan pengaruh terhadap bursa transfer, karena klub tidak bisa mengontrak pemain di bawah usia 18 tahun dari luar Inggris, termasuk Eropa.
Imbasnya, klub Liga Primer Inggris maupun Championship bakal mengambil dari kompetisi level di bawahnya. Sebelumnya Baggott sempat menjadi incaran Leeds United dan West Ham United. Begitu juga dengan pemain muda Ipswich Town lainnya, Liam Gibbs.
PSSI“Kita harus melihatnya sebagai hal positif. Saya memikirkan Brexit secara keseluruhan, yakni klub tidak bisa lagi merekrut pemain dari Eropa seperti ketika mereka melakukannya sebelum Brexit,” ucap O'Neill dikutip laman TWTD.
“Ini artinya klub-klub besar, baik dari Liga Primer atau Champioship, akan mulai mencari pemain dalam negeri, dan itu pastinya ke pemain yang berada di area kami (League One).”
“Tentunya ini bagus buat mereka (Baggott dan Gibbs), karena mereka telah menarik perhatian. Tapi di sisi lain, ini juga bagus buat kami, karena mereka ingin berada di sini (Ipswich), dan mereka sudah sejak lama bersama kami melalui sistem akademi.”
“Mereka sudah melihat langkah mereka menuju ke tim utama. Berpikir sederhana saja. Jika bermain bagus, mereka dapat mempertahankan tempat mereka.”
O'Neill menambahkan, Baggott masih mempunyai jalan panjang untuk mengembangkan kemampuannya di Ipswich, sehingga karir sepakbola sang pemain dapat lebih baik lagi di masa mendatang.
Menurut O'Neill, keberadaan manajer Paul Lambert dan asistennya, Stuart Player, serta pelatih Matt Gill dapat menjadikan Baggott sebagai pemain berkualitas bagus, dan bakal menjadi buruan klub besar.
Bukan itu saja. Keberadaan staf pelatih di akademi seperti Terry Butcher dan Kieron Dyer di tim U-23, Adem Atay di tim U-18, serta kepala pengembangan pelatih dan pemain Bryan Klug dan Gerard Nash juga turut membantu Baggott menjadi lebih baik.
“Saya senang Elkan telah menandatangani kontrak, dan dia akan terus berkembang. Kisahnya belum selesai, karena masih banyak yang harus dia lakukan untuk berkembang lebih jauh. Dia anak muda hebat, punya rasa haus dan lapar terhadap pengetahuan, dan itu luar biasa,” tutur O'Neill.
SIMAK JUGA: BERITA SEPAKBOLA NASIONAL!


