Jika biasanya para pemain memboyong keluarga ke turnamen akbar sebagai penyuntik semangat, lain hal dengan Jerome Boateng. Ia memastikan tidak mengizinkan keluarga datang ke pertandingan Euro 2016 karena khawatir adanya serangan teroris selama turnamen.
Seperti diketahui, serangan teror mengguncang Paris pada November tahun lalu dan menewaskan 130 orang, sehingga menimbulkan kekhawatiran soal insiden serupa akan terulang di Piala Eropa, yang akan mulai digelar pada Jumat ini.
Agen keamanan Ukraina SBU pada Senin mengumumkan telah menahan seorang Prancis yang memiliki koleksi senjata, detonator dan TNT dalam jumlah besar, dengan maksud melakukan serangan massal di turnamen tersebut.
Dan, meski Prancis menurunkan setidaknya 100.000 pasukan keamanan untuk menjaga gelaran sepakbola terbesar di Eropa ini, Boateng tetap khawatir akan terjadi sesuatu yang tidak diharapkan selama putaran final.
“Keluarga saya dan anak-anak saya tidak akan mengunjungi stadion. Risikonya terlalu besar buat saya,” kata penggawa Bayern Munich itu kepada Sport Bild.
“Di satu sisi tentu sedih Anda harus memikirkan hal semacam ini. Tapi di sisi lain, begitu banyak hal terjadi baru-baru ini yang membuat Anda memikirkannya.
“Saya hanya ingin memikirkan sepakbola sepanjang turnamen dan saya merasa lebih baik ketika saya tahu keluarga saya tidak ada di stadion. Tapi pada akhirnya, ini keputusan yang semua orang harus buat untuk diri mereka sendiri.”
Jerman akan jumpa Ukraina, Polandia dan Irlandia Utara selama babak penyisihan grup.
