Ada sebuah cerita menarik ketika Robin Gosens pernah meminta jersey Cristiano Ronaldo setelah pertandingan Atalanta kontra Juventus.
Pemenang lima kali Ballon d'Or itu bahkan tidak memandang Gosens ketika ia mengatakan tidak.
"Saya benar-benar tersipu dan malu," demikian tulis Gosens dalam otobiografinya. "Saya pergi dan merasa kecil."
Pertemuan terakhirnya dengan Ronaldo berlangsung jauh lebih baik.
Gosens pastinya merasa tersanjung setelah mendapat aplaus dari publik Allianz Arena setelah ia digantikan di pertengahan babak kedua ketika Jerman menaklukkan Portugal di pertandingan kedua Grup F Euro 2020, Sabtu (19/6).
Hanya beberapa detik sebelumnya, yakni pada menit ke-60, Gosens ikut mencatatkan namanya di papan skor dengan sundulan kepala setelah meneruskan umpan dari Joshua Kimmich. Sebelumnya, ia bahkan membuat dua assist.
Performa apik Gosens menginspirasi comeback Jerman dan akhirnya memenangkan pertandingan dengan skor 4-2.
Getty/GoalSebelum pertandingan, manajer Liverpool Jurgen Klopp bahkan sempat mempertanyakan keputusan Jerman untuk tetap dengan tim yang sama, dan bahkan dengan formasi yang sama, yang harus berjuang ketika kalah 1-0 di tangan Prancis.
"Setiap pelatih memiliki hak untuk bermain sesuai dengan keinginannya," ujar Klopp kepada Magenta TV. "Saya akan memainkan empat bek dengan tim ini."
"Saya bisa membayangkan lini tengah dengan Joshua Kimmich, Toni Kroos, dan Ilkay Gundogan yang bekerja dengan sangat baik."
Low tetap pada pendiriannya, dan ia pantas dihargai berkat penampilan tim yang spektakuler.
Jerman sempat mengejutkan dengan mencetak gol cepat pada menit kelima lewat tendangan Gosens, namun gol tersebut dianulir karena Serge Gnabry dianggap sudah berada dalam posisi off-side.
Portugal unggul terlebih dahulu lewat serangan balik yang sangat cepat pada menit ke-15. Berawal dari pergerakan apik Bernardo Silva di sisi kanan, Diogo Jota kemudian memberikan umpan cantik dari dalam kotak penalti, yang dituntaskan dengan sepakan Cristiano Ronaldo di depan gawang.
Dengan tambahan satu gol ini, Ronaldo menyamai rekor Miroslav Klose sebagai pencetak gol terbanyak di Piala Dunia dan Kejuaraan Eropa jika digabungkan (19 gol).
Gol Ronaldo itu sebenarnya adalah tembakan pertama Portugal di pertandingan ini, dan kontrol awal Jota merupakan sentuhan pertama Seleccao di kotak penalti Jerman.
Gosens memberi assist pertamanya ketika Jerman akhirnya bisa menyamakan skor pada menit ke-35. Mendapat umpan crossing dari Kimmich, pemain sayap di sisi kiri itu melepaskan tendangan voli, yang diteruskan dengan sepakan Kai Havertz, namun bola sempat mengenai Ruben Dias sebelum masuk ke dalam gawang.
Empat menit berselang, gawang Rui patricio kebobolan lagi ketika Kimmich mengarahkan bola ke dalam kotak penalti, dan Raphael Guerreiro berusaha menghalau bola namun masuk ke gawang timnya sendiri.
Assist kedua Gosens tercipta pada menit ke-51. Berawal dari sodoran bola Thomas Muller kepadanya, ia kemudian mengirim umpan crossing ke depan gawang, dan ada Havertz yang menceploskan bola.
Gosens akhirnya ikut mencetak gol lewat sundulan kepala pada menit ke-60, untuk melengkapi performa impresifnya di pertandingan ini, sesaat sebelum ditarik keluar.
Enam menit berselang, Portugal hanya bisa menambah satu gol lagi untuk memperkecil skor lewat sontekan Jota di mulut gawang setelah mendapat umpan tarik dari Ronaldo.
Getty/GoalRonaldo layak mendapat pujian karena bisa mencetak satu gol dan membuat satu assist, namun Portugal harus mengakui keunggulan Jerman, dan tidak diragukan lagi bahwa pertandingan ini adalah milik Gosens.
Pemain Atalanta itu menjadi momok yang menakutkan bagi pertahanan Portugal, dan ini menjadi panggung bagi dia untuk mengumumkan dirinya di level internasional.
Kepala dan bahu dia bahkan ada di atas setiap pemain lain di lapangan.
Yang menarik, Gosens berhasil membalaskan dirinya kepada Ronaldo, yang kali ini terlihat menjadi kecil dan tidak bisa lagi meremehkan sang bek!
