Jerman berhasil membalikkan keadaan dari ketertinggalan melawan Pantai Gading menjadi kemenangan dramatis (2-1), berkat dua gol Deniz Undav di menit-menit akhir, dalam laga putaran kedua fase grup Piala Dunia 2026. Pertandingan ini menyaksikan kehancuran telak bagi “Gajah” setelah penampilan berani yang nyaris memberi mereka kejutan bersejarah.
Kemenangan Jerman ini terjadi setelah pergantian pemain yang menentukan yang dilakukan pelatih Julian Nagelsmann pada menit ke-60, yang benar-benar mengubah jalannya pertandingan, dan mengubah keunggulan Pantai Gading melalui gol Frank Kessié (menit ke-22) menjadi kekalahan yang menyakitkan di detik-detik terakhir.
Pelatih Pantai Gading, Emercy Fai, telah menunjukkan niat ofensifnya melalui strategi permainan yang ambisius melawan timnas Jerman, yang sebelumnya telah menghancurkan tim Curaçao yang tidak diunggulkan dengan skor 7-0 pada babak pertama, dan tampaknya strateginya memang akan berhasil.
Pantai Gading Unggul Layak
Menit-menit awal pertandingan ditandai dengan dominasi yang jelas dari tim Pantai Gading, di mana Yan Diomande menunjukkan kecepatan luar biasa di sayap, meskipun umpan-umpannya kepada penyerang Ange Yuan Boni tidak selalu akurat.
Di sisi lain, kiper Yahya Fofana tetap waspada untuk menggagalkan upaya Kai Havertz mencetak gol (menit ke-9), namun ia nyaris melakukan kesalahan fatal beberapa menit kemudian saat berhadapan dengan bek Jerman Pavlovic, yang mengunggulinya dalam duel udara, namun gol tersebut dianulir karena adanya pelanggaran.
Pertandingan ini berlangsung seru dan terbuka, di mana kedua tim saling menyerang dan menciptakan banyak peluang, namun gol pertama pantas menjadi milik Pantai Gading.
Diomande yang tampil gemilang melaju di sayap dan mengoper bola ke Amad Diallo, yang melepaskan tendangan yang beruntung memantul ke arah Frank Kessié, yang mengakhiri serangan tersebut dengan tendangan melengkung yang luar biasa (menit ke-22).
Jerman menekan tanpa hasil
Tekanan Jerman semakin gencar menjelang akhir babak pertama, di mana Jamal Musiala dilanggar tepat di luar kotak penalti setelah melakukan aksi akrobatik yang luar biasa, dan Florian Wirtz menciptakan kekacauan besar dalam setiap serangannya, sementara gol Havertz dianulir karena offside (menit ke-39).
Timnas Pantai Gading menguasai bola di awal babak kedua, dan sepertinya kejutan akan terwujud, namun Nagelsmann punya pendapat lain.
Pergantian pemain Jerman membalikkan keadaan
Pada menit ke-60, Nagelsmann menunjukkan keahlian taktis yang luar biasa dengan melakukan 3 pergantian pemain sekaligus, yang benar-benar mengubah jalannya pertandingan.
Selain Jimmy Luweling, yang terus-menerus menjadi ancaman di sayap, Nadim Amiri dan Deniz Undav berperan krusial dalam membalikkan keadaan.
Lewelling berlari cepat di sayap dan mengirim umpan silang rendah ke tiang jauh, yang diterima oleh Ondav, yang dengan mudah mencetak gol penyama kedudukan (menit ke-68), sehingga menambah koleksi golnya menjadi 8 gol dalam hanya 11 pertandingan bersama tim nasional negaranya.
Menit-menit terakhir yang menegangkan
Menit-menit terakhir pertandingan diwarnai peluang-peluang yang saling bergantian bagi kedua tim. Nathaniel Brown memiliki kesempatan untuk membawa Jerman unggul 2-1, namun Fofana berhasil menepis bola dengan gemilang (menit ke-89), seperti yang ia lakukan saat menghadapi Amiri (menit ke-90+1).
Hanya beberapa detik sebelumnya, Simon Adingra mendapat peluang emas bagi Pantai Gading, namun ia secara mengejutkan memilih mengontrol bola alih-alih langsung menendang setelah umpan silang brilian dari Pepe di sayap, sebuah keputusan yang terbukti sangat menentukan.
Ondav Menentukan Hasil Pertandingan
Dan pada menit-menit terakhir waktu tambahan, Deniz Ondav mencetak gol keduanya dalam pertandingan ini untuk memastikan tiga poin bagi timnas negaranya (menit ke-90+4), yang menjadi pukulan telak bagi Pantai Gading yang setidaknya layak mendapatkan satu poin hasil imbang.
Jerman memperkuat posisinya di puncak grup dengan 6 poin dari dua pertandingan dan secara resmi lolos ke babak 32 besar, sementara Pantai Gading tertahan di 3 poin, dalam situasi yang masih memberi mereka peluang untuk lolos ke babak 32 besar, namun membutuhkan kemenangan di pertandingan terakhir fase grup.
