Timnas Indonesia terus memantapkan persiapan jelang menghadapi Myanmar, pada 25 November mendatang. Penguatan dan taktikal menjadi materi yang diberikan untuk skuad Merah Putih.
Setiap harinya, para pemain mendapat latihan sebanyak dua kali yakni pagi dan sore. Evan Dimas dan kawan-kawan dalam kondisi bagus dan antusias dalam menjalankan instruksi yang diberikan.
“Jujur penguatan pemain sangat kurang karena sebelumnya tidak pernah dilakukan atau jarang. Jadi sekarang memberikan program latihan untuk pemain bisa melakukan sendiri walaupun tidak di timnas. Jadi untuk pagi hari fokus ke penguatan, sore hari fokus ke taktik,” kata pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong, dikutip laman resmi PSSI.
Selain itu, Tae-yong memperbaiki kelemahan yang masih terlihat di timnas Indonesia. Berdasarkan evaluasi dari laga kontra Afghanistan, anak asuhnya kerap kali melakukan kesalahan yang tidak perlu.
Saat melawan Afghanistan, timnas Indonesia sempat dengan skor kacamata di babak pertama. Namun, pasukan Garuda akhirnya menyerah lewat gol semata wayang yang diukir Omid Popalzay.
“Jadi beberapa hal yang saya pelajari melalui pertandingan lawan Afghanistan, jadi saat pertandingan banyak sekali melakukan kesalahan dari kita sendiri. Jadi untuk pertandingan berikutnya kita harus meningkatkan permainan kita. Jadi harus mengurangi kesalahan-kesalahan yang kita lakukan," ucapnya.
"Apalagi di babak pertama juga sebenarnya ada kesempatan atau peluang untuk cetak gol tetapi tidak bisa. Akhirnya skor kita sama terus sampai menit-menit terakhir. Jadi saya selalu ingatkan terus kepada pemain agar mereka kalau dapat peluang harus bisa cetak gol,” ia menambahkan.
Tujuan dari pemusatan latihan (TC) dan uji coba di Turki, untuk mempersiapkan timnas Indonesia tampil di Piala AFF 2020. Ajang tersebut dilangsungkan di Singapura 5 Desember 2021 sampai 1 Januari 2022.
Pada Piala AFF 2020, timnas Indonesia menempati Grup B. Empat negara yang menjadi lawan yakni Vietnam, Malaysia, Kamboja dan Laos.
