Calon penggawa naturalisasi, Jay Idzes, menyatakan Indonesia bisa mengikuti jejak Maroko tampil di Piala Dunia di masa mendatang dengan mengubah kewarganegaraan sejumlah pemain berdarah keturunan.
PSSI bersama kementerian pemuda dan olahraga (Kemenpora) sedang berupaya keras mempercepat proses naturalisasi Idzes. Proses naturalisasi Idzes dikabar sudah masuk ke DPR, dan tinggal menunggu sidang untuk pembahasan lebih lanjut.
Idzes mengungkapkan kesediaannya dinaturalisasi menjadi warga negara Indonesia (WNI). Menurut pemain klub Serie B Italia Venezia ini, Indonesia merupakan negara sepakbola yang sedang bangkit.
“Belum lama ini saya dihubungi untuk memperkuat timnas Indonesia. Pada September lalu saya terbang ke Indonesia untuk melakukan pembicaraan dengan federasi, dan rencana masa depan terlihat menjanjikan,” ungkap Idzes dalam wawancaranya dengan laman Steden Driehoek.
“Proses naturalisasi sudah berlangsung, dan saya sudah tidak sabar untuk tampil di pertandingan internasional pertama. Ini memang negara yang besar dengan 270 juta orang tinggal di sana, tapi memang bukan negara besar sepakbola. Contohnya, mereka belum pernah tampil di Piala Dunia.”
Kendati demikian, Idzes meyakini Indonesia akan tampil di Piala Dunia di masa mendatang. Menghadirkan pemain keturunan merupakan langkah tepat yang dilakukan saat ini. Idzes mencontohkan Maroko yang pernah menerapkan kebijakan tersebut, sehingga tampil di Piala Dunia 2022, dan lolos hingga semi-final.
“Saya pikir timnas Indonesia sekarang sedang bangkit. Sudah banyak pemain seperti saya, yang mempunyai darah Indonesia dan bermain di negara lain, pergi ke sana,” beber Idzes.
“Itu bisa menghadirkan reaksi berantai, persis seperti yang terjadi dengan Maroko beberapa tahun lalu. Mereka akhirnya bisa mencapai semi-final Piala Dunia. Jika banyak pemain memilih sebuah negara, dan meraih kesuksesan, itu akan mengundang minat pemain lain.”
“Impian saya adalah bisa bermain untuk Indonesia di Piala Dunia. Saya harap ini bisa terjadi di [Piala Dunia] 2026, karena jumlah negara yang berpartisipasi lebih banyak dari sebelumnya.”
“Kita lihat nanti. Ada rencana besar untuk menempatkan Indonesia di peta persepakbolaan dunia, dan meningkatkan levelnya. Saya pikir ini fantastis untuk menjadi bagian di dalamnya.”


