Performa Cristiano Ronaldo di Manchester United sedang mendapat sorotan karena dirasa sudah kehilangan daya magisnya. Namun, mantan pilar Setan Merah, Dimitar Berbatov mewajari penurunan penampilan bintang Portugal tersebut.
Dalam sepuluh pertandingan terakhir yang dimainkan Manchester United di semua ajang, Ronaldo cuma mencetak satu gol. Keadaan tersebut yang membuat eks Real Madrid itu dihujani cercaan dari publik.
Bahkan, ada laporan yang menyebut manajer interim Manchester United, Ralf Rangnick sudah mulai hilang kesabaran dengan Ronaldo. Ia mempertimbangkan untuk memasangnya sebagai andalan di lini depan.
"Ketika tim mendapatkan hasil buruk, para pemain bintang selalu disalahkan, dan di Manchester United, itu adalah Cristiano Ronaldo," kata Berbatov kepada Betfair.
Berbatov merasa bukan Ronaldo saja yang harus bertanggung jawab dengan hasil minor di Manchester United. Mengingat, sepakbola merupakan permainan kolektivas tim.
“Saat ini dia hanya mencetak 1 gol dalam 10 pertandingan dan itu tampaknya bermasalah untuk semua orang, tetapi tidak untuk saya," ucapnya.
"Ada 11 pemain di lapangan yang harus disalahkan. Ronaldo adalah ikon di dunia sepakbola dan orang-orang perlu mengingat bahwa dia berusia 37 tahun," ia menambahkan.
Selain itu, Berbatov menilai tidak ada satu pun pesepakbola yang selalu bermain apik dalam semua pertandingan. Selalu saja ada laga yang pemain tampil di bawah performanya.
“Jadi, dari waktu ke waktu dia bisa memiliki beberapa pertandingan buruk. Tapi saya rasa bukan itu masalahnya di sini. Secara keseluruhan, sebagai tim ketika mereka memiliki permainan yang bagus, mereka harus menindaklanjutinya."
“Saya pikir Ronaldo melakukan cukup untuk United, jelas orang akan mencari lebih karena standar yang dia tetapkan. Akan selalu ada orang yang menanyainya ketika dia memiliki pertandingan yang buruk, dan mereka memanfaatkannya sekarang. Orang perlu mempertimbangkan usianya, bagaimana dia bermain, posisinya dan bagaimana tim bermain."
“Orang-orang harus realistis dengannya dan mereka perlu tahu bahwa itu benar-benar berbeda ketika Anda berusia 37 tahun menjadi 27 tahun. Dia akan memiliki saat-saat ketika dia membutuhkan rekan satu timnya untuk menghasilkan lebih banyak untuknya, itu normal dalam sepakbola."


