James Milner Liverpool 2021-22Getty Images

'Milner Mirip Ronaldo' - Rahasia Kebugaran Di Balik Karier Panjang Bintang Liverpool

James Milner tercatat telah berkarier di Liga Primer Inggris selama hampir dua dekade.

Tapi, gelandang Liverpool berusia 36 tahun itu tidak menunjukkan tanda-tanda melambat sedikit pun, apalagi ia telah bermain dalam lebih dari setengah pertandingan skuad arahan Jurgen Klopp musim ini, termasuk menjadi starter dalam duel penting kontra Manchester City, Chelsea dan Atletico Madrid.

Milner mungkin merayakan ulang tahunnya [4 Januari] hanya dengan segelas Ribena [sejenis jus blackcurrant khas Inggris], seperti yang ia lakukan ketika Liverpool memenangkan Liga Champions pada 2019, namun komitmennya terhadap kesehatan dan kebugaran adalah kunci sang pemain dalam mempertahankan karier panjang di level tertinggi.

“Hal-hal kecil yang dia [Milner] lakukan setiap hari adalah satu kesatuan yang utuh," kata Paul Webster, mantan terapis olahraga Manchester City yang bekerja dengan Milner selama lima tahun di Stadion Etihad, kepada GOAL.

“Ketika saya melihatnya bermain sekarang, waktu seperti tidak bergerak. Dia seperti 10 tahun yang lalu.”

“James mungkin sedikit lebih bertele-tele dalam makanan dan minumannya serta apa yang dia lakukan dalam gaya hidupnya secara umum, tapi itu tidak mengurangi level kompetitifnya dari pemain lain yang datang dan bekerja sama kerasnya.”

"Tapi, James secara keseluruhan adalah apa yang saya perhatikan,” tambahnya.

Saat ini, Milner tetap menjadi salah satu anggota terkuat di skuad Liverpool meski juga menjadi yang tertua. Sementara hanya empat pemain di Liga Primer musim ini yang lahir sebelum mantan gelandang Inggris itu, yakni: Thiago Silva, Cristiano Ronaldo, Fernandinho, dan Ashley Young.

Cristiano Ronaldo dikenal dengan standar kebugarannya yang tinggi, dengan fokus untuk memastikan ia tetap dalam kondisi puncak, dan Webster meyakini bahwa Milner memiliki beberapa ciri khas seperti sang megabintang.

“Saya melihat dia [Milner] saat laga melawan Chelsea dan dia mungkin salah satu yang paling fit di lapangan,” tutur Webster.

“Dia terlihat muda, dia terlihat bugar, dia mungkin hanya memiliki delapan persen lemak tubuh atau sesuatu yang konyol.”

“Dia sepertinya mirip Ronaldo. Saya tidak pernah bekerja dengan Ronaldo, tapi saya tahu orang-orang yang pernah bekerja dengannya dan saya mendapatkan kesan yang sama. Ini semua karena hal-hal detail yang dilakukan, dan mereka memiliki lebih banyak hal-hal kecil untuk ditambahkan.”

“Ini segalanya: minum, James tidak menyentuh alkohol. Untuk makanan, dia teliti dalam seberapa banyak dia makan, ketepatan waktunya sempurna. Dia punya target — dia ingin menjadi lebih bugar dan kuat seiring berjalannya waktu, dari perilaku dan kedisiplinan internal.”

"Tidak mengherankan bagi saya sama sekali bahwa dia masih bermain, dan dia akan terus bermain selama beberapa tahun lagi,” imbuhnya.

Webster bekerja di City selama 12 tahun selama masa transisi yang luar biasa, saat klub beralih dari tim papan tengah menjadi juara Liga Primer.

Sang fisioterapis terlihat berdoa di lorong pemain Stadion Etihad ketika Sergio Aguero mencetak gol kemenangan pada menit ke-93 melawan QPR yang menandai gelar pertama City dalam 48 tahun.

Tentu saja, penyelesaian akhir yang dramatis itu menegaskan tingkat kebugaran yang luar biasa dan keinginan untuk terus menyerang hingga detik terakhir dari legenda klub seperti Vincent Kompany, David Silva, Yaya Toure, dan Pablo Zabaleta.

Namun, Mario Balotelli juga memainkan peran penting dalam kemenangan gelar bersejarah City tersebut. Meski tetap banyak yang mempertanyakan sikap misterius striker asal Italia itu selama bertahun-tahun, Webster mengungkapkan bahwa Balo berkomitmen penuh di belakang layar.

“Dia luar biasa,” kata Webster.

“Banyak mencap Mario adalah ini atau Mario itu, tapi saya cukup beruntung untuk melihat dan tahu bahwa dia adalah atlet fenomenal yang berlatih sekeras siapapun di klub.”

“Dia sangat kuat dan gesit. Dia akan datang ke gym setelah latihan, dan dia menyukai [kickboxing] Muay Thai-nya.”

“Ketika Anda bekerja dengan seseorang setiap hari, Anda mengabaikan semua hal gila yang terjadi di media dan kami berada dalam gelembung kecil di sana. Begitulah Mario, dia sangat menyenangkan,” tambahnya.

Mario Balotelli Manchester City Manchester United Premier League 2012 GFXGetty/GOAL

Webster meninggalkan City pada 2016 untuk merintis klinik terapi olahraga sendiri, Premcare, di Didsbury, dan kini bekerja di sejumlah olahraga lain, dengan spesialisasi dalam cedera jaringan lunak, termasuk manajemen perawatan dan rehabilitasi.

Ini adalah sesuatu yang harus diwaspadai oleh para atlet amatir maupun profesional, terutama pada saat tahun ini ketika banyak orang akan berpikir untuk memulai kembali latihan kebugaran sebagai bagian dari resolusi Tahun Baru mereka.

Pemulihan kadang-kadang bisa menyakitkan dan berpotensi mengecewakan, terutama bagi orang-orang yang menjadi tidak bugar selama masa isolasi atau selama Natal, tapi Webster memiliki beberapa tip yang akan membantu mempertahankan fokus.

"Hal pertama adalah mentalitas, untuk mengatakan: ‘Ya, saya akan kembali." Tapi jangan terburu-buru. Pergi keluar, lakukan sedikit lari, peregangan, yoga – semua hal ini perlu dibangun,” ujar Webster.

“Jika Anda sudah berbulan-bulan tidak melakukan apa-apa dan Anda mulai, Anda akan mendapatkan apa yang disebut nyeri otot tertunda. Anda pergi keluar, berlari, dan hari berikutnya Anda benar-benar sakit dan semua otot Anda sakit.”

“Tidak banyak yang bisa Anda lakukan untuk itu, karena pasti akan terjadi. Setelah itu terjadi, maka Anda dapat melakukan hal-hal seperti sesi pemulihan.”

"Pertama kali Anda pergi berlari atau bermain sepakbola atau apapun itu, Anda dapat melakukan mandi kontras - mandi air dingin selama beberapa menit, lalu mandi air panas, kembali mandi air dingin dan mandi air panas. Itu akan membatasi rasa sakit yang akan menyerang otot Anda dan merupakan cara yang efektif untuk menghilangkan trauma pada jaringan otot.”

“Keesokan harinya, Anda bisa melakukan peregangan ringan dan progresif. Saat ini, Anda bisa buka YouTube dan melakukan sesi yoga apapun yang Anda inginkan di sana.”

“Anda bisa melakukan yoga selama 10-15 menit dan sehari berselang Anda bisa keluar dan mencoba lari lagi. Setelah Anda melakukannya beberapa kali, otot-otot Anda tidak akan bereaksi terlalu banyak.”

"Selama Anda terus melakukannya, maka Anda akan mulai menjadi lebih kuat dan lebih mudah beradaptasi karena Anda telah memulai prosesnya,” pungkasnya.

Iklan