PT. Jakarta Propertindo dipercaya untuk membangun Jakarta International Stadium (JIS). Mereka, mengklaim nantinya tempat tersebut lebih baik dibanding Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Project Direktor PT Jakpro Iwan Takwin, menjelaskan konsep JIS tak hanya sekadar untuk pertandingan sepakbola saja. Melainkan tempat tersebut juga bisa dipakai untuk area hiburan.
Bahkan, Iwan menjelaskan atap JIS akan bisa ditutup. Ini jadi kelebihan tempat tersebut karena di Indonesia belum ada stadion yang mempunyai hal tersebut.
"Konsep stadion ini nantinya lebih baik daripada GBK karena spesifikasi desainnya proper. Bukan hanya standar football karena di sini bisa juga dilakukan konser musik," kata Iwan.
"Sementara di atas ada jogging trek, jadi jika masyarakat bisa menikmati bangunan ini dari atas bisa. Atapnya buka tutup jadi orang bisa jalan karena nanti ada paket wisata ada akses yang proper," tambahnya.
Bukan itu saja, JIS juga akan memiliki fasilitas rekreasi dan atraksi lain seperti bungge jumping setinggi 60 meter serta rock climbing. Untuk mewujudkan itu Iwan, menyatakan menggandeng pihak yang berkompeten.
"Kami melibatkan konsultan asing dari Inggris. Mereka biasa mendesain beberapa stadion di Liga Primer. Mereka juga yang mendesain Stadion Olimpiade Qatar. Jadi banyak ada spesialis master plan, spesialis sirkulasi penonton jadi ada tim ahli, tinggi kemiringan tribun, tangga tribun dan lain-lain."
"Yang jelas, mereka tim desain spesialis stadion. Mereka juga akan membantu perencanaan kawasannya juga. Soal biaya itu nanti ada detailnya di tambahan perubahan anggaran."
JIS dibangun di lahan Taman BMW, Tanjung Priok. Jakarta Utara. Diperkirakan pembangunan tersebut rampung pada 21 Juni 2021, yang nantinya dijadikan sebagai markas Persija Jakarta.
Getty

