Pelatih Persela Lamongan Jafri Sastra, mengatakan tidak puas dengan hasil imbang melawan Persija Jakarta. Pertandingan tersebut tuntas dengan skor 1-1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Sabtu (15/1).
Sebetulnya Persela sempat memimpin lebih dulu lewat gol yang diukir Malik Risaldi pada menit ke-59. Namun, Persija mampu menyamakan kedudukan melalui Marco Motta, sembilan menit jelang laga selesai.
Jafri merasa semestinya Persela mampu meraih kemenangan di pertandingan kontra Persija. Akan tetapi, karena tidak mampu menjaga fokus anak asuhnya harus puas memetik satu poin saja.
“Kami kehilangan tiga poin lagi-lagi karena kurang konsentrasi dan fokus di menit akhir. Sebenarnya 80 menit kami bermain baik, tapi kami kehilangan konsentrasi dan fokus sehingga kebobolan," kata Jafri.
Bukan pertama kalinya Persela gagal menang setelah unggul lebih dulu. Pada pertandingan melawan Persipura Jayapura beberapa waktu lalu Laskar Joko Tingkir juga mengalami nasib serupa.
Oleh karena itu, Jafri bakal melakukan evaluasi terkait kinerja para pemain Persela. Ia ogah kembali menelan hasil serupa untuk pertandingan selanjutnya.
Selain itu, Jafri menyoroti kelemahan pemain Persela dalam membendung bola mati. Terbukti, gol penyama kedudukan yang dicetak Motta berawal dari tendangan penjuru.
“Jadi, masih banyak hal yang harus kami dibenahi untuk pertandingan berikutnya, kami masih lemah di antisipasi bola-bola mati,” ucap pria berusia 56 tahun tersebut.
Tambahan satu poin itu tak membuat Persela keluar dari zona degradasi. Klub yang identik dengan warna biru muda tersebut menempati posisi 16 mengumpulkan 16 poin.


