Spain v Saudi Arabia: Group H - FIFA World Cup 2026Getty Images Sport

Diterjemahkan oleh

"Jadilah pengusaha".. Serangan pedas menghantam para bintang tim nasional Saudi!

Para pemain tim nasional Arab Saudi mendapat kritik tajam setelah mengalami kekalahan telak 0-4 dari Spanyol, dalam pertandingan putaran kedua babak penyisihan grup Piala Dunia 2026, yang memicu kemarahan luas di kalangan pecinta olahraga Arab Saudi.

Meskipun sebagian besar kritik ditujukan kepada pelatih asal Yunani, Georgios Donis, terkait pilihan taktis dan gaya permainan yang ia terapkan, namun jurnalis Faisal Al-Jafan justru menimpakan sebagian besar tanggung jawab atas apa yang terjadi di lapangan kepada para pemain.

Al-Jafan mengatakan dalam wawancaranya di program “Mala’ib” di stasiun radio “Al-Arabiya FM”: “Kesalahan tidak hanya terletak pada para pemain, tetapi juga pada suporter, pejabat klub, dan sebagian media yang telah menciptakan citra berlebihan seputar para pemain ini dan mengubah mereka menjadi pengusaha lebih daripada sekadar pemain sepak bola.”

Ia menambahkan: “Timnas Saudi Arabia dihadapkan pada kenyataan ketika berhadapan dengan tim yang memainkan sepak bola sejati seperti Spanyol; oleh karena itu, kita melihat adanya rasa takut di lapangan, dan para pemain kehilangan kemampuan untuk mengoper bola, berlari, serta mengambil keputusan yang tepat.”

Jurnalis Saudi tersebut menegaskan bahwa beberapa pemain selama beberapa tahun terakhir mendapatkan perlakuan istimewa yang membuat mereka jauh dari tekanan kompetisi yang sesungguhnya, sambil menyoroti bahwa para penggemar, media, dan beberapa pejabat klub turut andil dalam menciptakan citra yang berlebihan mengenai kemampuan sejumlah pemain saat ini.

Baca juga.. Setelah kekalahan mengejutkan dari Spanyol.. Apa yang terjadi antara Donis dan para pemain timnas Saudi?

Ia melanjutkan: “Para pemain ini menerima gaji yang sangat besar dan perlakuan istimewa, dan sebagian orang mulai memperlakukan mereka seolah-olah mereka adalah bintang yang tidak boleh dikritik atau didekati, dan hal ini tidak membantu perkembangan mereka.”

Al-Jafan berpendapat bahwa kekalahan dari Spanyol tidaklah mengejutkan mengingat perbedaan kualitas teknis antara kedua tim, namun ia menekankan bahwa cara kekalahan itulah yang memicu kekhawatiran, terutama karena ketidakmampuan total untuk mengimbangi lawan di sebagian besar babak pertandingan.

Ia menjelaskan bahwa tim nasional Saudi tampil jauh di bawah level biasanya, baik dari segi teknis maupun mental, yang tercermin pada performa kolektif tim dan kemampuan para pemain dalam menghadapi jalannya pertandingan.

Ia mengakhiri pernyataannya dengan menegaskan bahwa fase berikutnya menuntut evaluasi menyeluruh terhadap kondisi teknis tim nasional, sambil menekankan bahwa perbaikan kesalahan harus dimulai dengan mengakui masalah yang sebenarnya, alih-alih mencari-cari alasan atau menyalahkan satu pihak saja.

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google