Iwan Setiawan - PersebayaGoal / Abi Yazid

Iwan Setiawan Puji Kepemimpinan Wasit


LIPUTAN   ADITYA WAHYU PRATAMA     DARI   MADURA

Pelatih Borneo FC Iwan Setiawan memuji kepemimpinan wasit asal Iran Hasan Akrami setelah Pesut Etam berhasil mencuri poin dengan bermain imbang 1-1 melawan Madura United di Stadion Gelora Ratu Pamellingan, Jumat (13/10) malam WIB.

Dalam pertandingan yang berakhir dengan kericuhan suporter ini, suporter Madura United sempat masuk ke dalam lapangan, dan melepaskan tendangan kung fu. Suporter juga melakukan pengrusakan terhadap fasilitas stadion.

Bukan itu saja. Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB) yang menaungi klub, Ziaul Haq, juga mendatangi jajaran wasit setelah laga berakhir, dan melepaskan makian.

Kendati demikian, Iwan memberikan pujian kepada wasit. Menurutnya, Akrami telah menjalankan tugasnya dengan baik. Iwan tak segan menyebut wasit seperti Akrami bisa memajukan persepakbolaan Indonesia.

“Menurut saya ini proses pembelajaran sepakbola Indonesia. Wasit sangat luar biasa. Selama saya berada di sepakbola Indonesia, ini salah satu wasit terbaik yang pernah memimpin di Liga Indonesia,” ujar Iwan.

“Sekarang tinggal bagaimana kami menyikapi sikap wasit yang seperti ini. Tapi jujur saya pribadi apresiasi untuk wasit dan jajarannya. Ini kebangkitan sepakbola Indonesia.”

“Seandainya pertandingan-pertandingan ke depan dipimpin wasit seperti ini, saya yakin sepakbola Indonesia akan maju. Banyak contoh hasil dari kompetisi Indonesia justru merugikan timnas di laga internasional. Ini penting sekali sebagai langkah awal sepakbola Indonesia yang lebih baik.”

Sementara itu soal hasil pertandingan, mantan pelatih Persebaya Surabaya tersebut mengaku puas dengan penampilan anak asuhnya. Iwan menyebut keberhasilan mengunci pergerakan lawan sebagai penyebab mereka meraih satu poin. 

“Pemain bermain sangat disiplin. Kami sangat menjaga ruang, dan jarak individu pemain lawan. Kami tahu, karena pemain mereka banyak yang punya penetrasi kuat, ada Slamet Nurcahyo, Greg Nwokolo ataupun Bayu Gatra yang bisa melakukan penetrasi. Jadi kami matikan di situ,” beber Iwan. (gk-62)

Iklan