LIPUTAN ADITYA WAHYU PRATAMA DARI SAMARINDA
Pelatih Borneo FC Iwan Setiawan berharap tim besutannya bisa berjumpa Persebaya Surabaya di semi-final turnamen Piala Gubernur Kaltim (PGK) 2018 dengan memprediksikan Sriwijaya FC memenangi laga pamungkas Grup B, Rabu (28/2) malam WIB, di Stadion Batakan, Balikpapan.
Borneo FC tampil sebagai pemuncak klasemen Grup A setelah mengalahkan PSIS Semarang 2-1 di Stadion Segiri kemarin. Posisi itu membuat mereka akan menghadapi runner-up Grup B. Iwan pun memperkirakan Sriwijaya FC meraih kemenangan ketika disinggung mengenai lawan yang ingin dihadapi di semi-final.
“Tim kami dengan segala kekurangannya sebenarnya ingin ketemu siapapun. Tapi kalau ditanya seperti itu, sepertinya Sriwijaya FC akan menjadi juara Grup B, dan jelas kami akan menghadapi Persebaya. Tapi yang penting kami bisa lebih baik, dan memperbaiki kekurangan,” ujar Iwan.
Salah satu kekurangan yang menjadi sorotan Iwan adalah mentalitas pemain. Iwan menilai permainan Borneo FC sangat buruk di babak pertama, dan itu disebabkan motivasi memenangkan pertandingan tidak terlihat.
“Sepakbola adalah gabungan fisik, taktikal dan mental, jadi bukan soal teknis saja. Babak pertama permainan kami luar biasa jelek, kalau boleh saya bilang seperti itu. Sepertinya pertandingan ini mudah, tapi ternyata kami punya masalah internal, tidak terlihat motivasi memenangkan pertandingan,” beber Iwan.
“Masalah mental ini satu pelajaran bagi kami semua. Persiapan mental seharusnya dilakukan sedini mungkin. Mungkin setelah istirahat, saya kumpulkan semuanya membahas soal mentalaitas dan semoga lebih baik di semi-final.”
Sementara itu, pelatih PSIS Subangkit menilai permainan anak asuhnya tidak kalah dibandingkan Borneo. Subangkit juga merasa puas dengan kesempatan bertanding yang didapatkan pemain.
“Di babak pertama kami menurunkan pemain yang jarang bermain, mereka bisa imbangi Borneo. Di babak kedua, saya rasa justru lebih berkembang, karena pemain yang sering menghuni starter kami mainkan. Saya apresiasi permainan PSIS meskipun kalah,” jelasnya.
“Walaupun gagal melangkah ke semi-final, paling tidak ini sebuah pengalaman melawan tim liga 1, walaupun sebelumnya sudah pernah bermain lawan Arema FC dan Bali United. Ini juga memberikan pemain saya mentalitas menghadpai Liga 1, karena banyak pemain kami sebelumnya hanya bermain di Liga 2.” (gk-62)
