Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci bawa Italia dirasa layak untuk mendapat Ballon d’Or, usai membawa Italia juara Euro 2020. Akan tetapi, pelatih Persija Jakarta Angelo Alessio, pesimistis meraih meraih gelar itu.
Performa gemilang ditampilkan Chiellini dan Bonucci, dalam menjaga lini pertahanan Italia. Mereka membuat barisan belakang lawan sulit menjebol gawang Gli Azzurri.
Padahal, Chiellini sempat absen pada beberapa pertandingan Euro 2020, karena mengalami cedera. Namun, setelah pulih pilar Juventus tersebut tampil impresif bersama Bonucci.
“Saya menulis kepada mereka berdua untuk pujian, karena mereka mewakili Italia, bukan hanya sebagai pemain. Bagi saya, pujian besar dan selamat telah mencapai hasil sebesar ini,” kata Angelo dalam wawancaranya di Jmania.
GettyAngelo tak yakin Chiellini dan Bonucci, mendapat Ballon d’Or karena penghargaan tersebut dilihat bukan dari satu ajang saja. Melainkan performa pemain di sepanjang musim.
Apalagi, pemain yang berposisi sebagai bek jarang sekali menyabet Ballon d’Or. Terakhir kali yang menggondol trofi tersebut adalah Fabio Cannavaro, yang mengantarkan Italia juara Piala Dunia pada 2006.
“Pemberian keduanya Ballon d’Or? Kedua pemain ini hebat. Tapi, pada akhirnya, kita semua tahu bagaimana keadaannya. Pemain yang paling representatif atau yang paling banyak mencetak gol dalam satu tahun kalender akan selalu diberikan penghargaan,” ucapnya.
“Jelas ini tidak memengaruhi apa yang telah dilakukan Bonucci dan Chiellini di Euro atau apa yang telah mereka wakili dan wakili untuk Italia,” ia menambahkan.
Italia merengkuh gelar Euro 2020 usai mengalahkan Inggris pada laga final. Kemenangan Gli Azzurri ditentukan lewat adu penalti dengan skor 3-2, setelah 120 menit bermain imbang 1-1.


