Penuh luka selama bertahun-tahun, fans Inggris masih terus sabar dan bersorak menantikan kembalinya masa kejayaan.
Setelah kegagalan demi kegagalan dalam berbagai turnamen selama hitungan dekade, Inggris akhirnya memiliki kesempatan untuk memulangkan sebuah trofi ke tanah air mereka dan antusiasmenya begitu terasa dalam lagu tim nasional mereka, "It's Coming Home."
Inggris, yang mengklaim sebagai penemu olahraga sepakbola, pada akhirnya bisa menegaskan klaim itu setelah sukses lolos ke final Euro 2020, Senin (12/7) dini hari WIB.
The Three Lions akan menghadapi Italia di Wembley Stadium, London, tempat yang sama di mana Inggris memenangkan gelar juara besar pertama mereka yakni Piala Dunia 1966 di kandang sendiri.
Waktu dan lokasi yang tepat, bagi Inggris, yang selama 55 tahun telah mengalami penderitaan dalam 26 turnamen Piala Dunia dan Euro terakhir, tujuh di antaranya bahkan mereka gagal lolos ke babak utama.
Wembley merupakan saksi bisu dari pencapaian bersejarah Inggris kala menjadi juara dunia. Kala itu, Sir Geoffrey Charles Hurst menjadi bintang dengan quat-tricknya membawa Inggris menang 4-2 atas rival abadi, Jerman Barat melalui drama perpanjangan waktu.

Drama yang sama mereka lalui di semi-final Euro tahun ini ketika mengalahkan Denmark 2-1. Kini berarti tinggal selangkah lagi bagi Gareth Southgate dan anak asuhnya untuk bisa mengubah dejavu kejayaan di Wembley menjadi realita.
"Sungguh momen yang brilian bagi kami," kata Southgate di lapangan usai merayakan laju timnya ke final bersama fans di Wembley. "Mari simpan memori ini."
Jalannya tidak pernah mudah bagi Inggris untuk bisa mencapai fase ini. Berulang kali momen gagal mengiringi perjalanan mereka sejauh ini. Terutama dalam dua turnamen mayor terakhir.
Harapan juara Piala Dunia 2018 sempat melambung ketika mereka berhasil mencapai semi-final, namun sayang ambisi besar mereka terjegal oleh kekuatan Kroasia.
Pun demikian dengan gelaran UEFA Nations League dua tahun lalu. Mereka kalah dari Belanda juga di babak semi-final meski ada pelipur lara dengan merebut posisi ketiga. Tapi itu jelas tidak cukup memutus dahaga prestasi.
Getty ImagesSkuad Inggris tidak pernah luput dari sorotan dan pujian fans dan hal itu akan semakin membesar apabila mereka sukses mempersembahkan trofi, namun mereka memang pantas mendapatkannya apabila menyudahi kampanye cemerlang mereka dengan medali juara.
Momen yang pas, terlebih pemerintah Inggris sudah melonggarkan batasan pandemi COVID-19 sehingga Wembley bisa menampung 66,000 penonton dari kapasitas asli 82,000.
Adakah penggawa Inggris di Euro kali ini yang mampu mengulang sinar Geoff Hurst ketika menjadi pahlawan kemenangan di Piala Dunia 1966 silam?
Kemungkinannya selalu ada, mengingat Inggris juga sekarang dihuni banyak pemain yang dalam masa keemasan mereka seperti Harry Kane dan Raheem Sterling.
Tinggal bagaimana mentalitas mereka bisa mewujudkan ambisi besar memenangkan trofi Euro pertama dalam sejarah mereka seperti lantunan lagu khas mereka "It's Coming Home" yang selalu berkumandang...
