Presiden Federasi Sepakbola Italia (FIGC), Gabriele Gravina mengatakan akan mengajukan permohonan kepada UEFA agar menunda gelaran Euro 2020 pada musim panas ini sebagai upaya mengurangi kepadatan jadwal akibat dampak wabah virus corona.
FIGC akan mengusulkan gagasan tersebut pada rapat UEFA, Selasa (17/3) esok, di mana dalam pertemuan tersebut juga akan membahas tentang rencana perjalanan sisa kampanye musim 2019/20 yang banyak mengalami penundaan.
UEFA telah mengundang semua dari 55 anggota mereka di Eropa untuk melakukan rapat melalui konferensi video, guna membahas perkembangan sepakbola mereka di tengah pandemi corona yang terus menyebar luas di benua tersebut.
Seluruh kegiatan olahraga di Italia telah ditangguhkan tanpa batas waktu, dengan negara tersebut telah terkunci setidaknya hingga 3 April ketika pemerintah mereka berjuang keras membatasi penyebaran virus.
Federasi sepakbola lain di liga-liga top Eropa juga mengikuti kebijakan penangguhan kompetisi, dengan Liga Primer, Bundesliga dan Ligue 1 ditunda setidaknya hingga April, dan sekarang Spanyol juga akan sepenuhnya menutup negara mereka.
Pandemi corona juga berdampak pada kelanjutkan Liga Champions dan Liga Europa, serta juga Euro 2020 yang bakal berlangsung pada musim panas.
Kepada Mediaset, Gravina mengatakan: "Kami akan mengusulkan untuk menunda Euro 2020. Kami ingin menuntaskan Serie A musim ini pada 30 Juni."
"Kami akan mencoba untuk menyelesaikan liga musim ini karena itu akan tepat dan bisa memberi kepastian kepada banyak investor dan pengorbanan yang dilakukan klub-klub kami."
Sepakbola Italia tengah mendapat pukulan telak dengan sejumlah pemain dinyatakan positif mengidap virus corona, di antaranya adalah bek Juventus, Daniele Rugani, striker Sampdoria, Manolo Gabbiadini serta bintang muda Fiorentina, Patrick Cutrone.
Sampai saat ini, Euro 2020 masih dijadwalkan akan tetap bergulir di berbagai kota lintas Eropa dengan pembukaan berlangsung pada 12 Juni.
