Berita Live Scores
Liga 1

Ismed Sofyan: Faktor Lapangan Di Indonesia Tak Mendukung Taktik Persija

21.03 WIB 25/08/19
Ismed Sofyan & Zah Rahan - Persija Jakarta & Madura United
Ismed menilai klub-klub di Liga 1 masih membutuhkan waktu untuk menerapkan taktik bola pendek.

Fullback senior Persija Jakarta, Ismed Sofyan [39 tahun], menilai taktik distribusi bola pendek ala pelatih Julio Banuelos masih sulit diterapkan di Liga Indonesia.

Hal itu diungkapkan Ismed kepada Goal Indonesia seusai menjadi bintang tamu untuk turnamen e-sports FIFA 19 dalam Indonesia Sport Expo & Forum (ISEF) 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Minggu (25/8).



Banuelos resmi ditunjuk sebagai suksesor Ivan Kolev sejak 8 Juni lalu. Pelatih asal Spanyol itu dikontrak untuk satu musim dengan opsi perpanjangan jika memberikan prestasi.

Sebelumnya, Banuelos sempat menjadi asisten Luis Milla saat masih menangani timnas Indonesia.

Sejak ditukangi Banuelos, gaya latihan dan strategi Persija memang terlihat lebih modern dan Eropa banget. Pada saat hari pertandingan, penjaga gawang akan ditugaskan membangun serangan dari bawah dengan sentuhan bola dari kaki ke kaki.

"Tujuannya sebetulnya baik, karena kerja sama di dalam sepakbola kan berawal dari bawah. Masalahnya, faktor lapangan di Indonesia kan tidak mendukung untuk memainkan pola seperti itu," ucap Ismed.

"Dia [Banuelos] menerapkan pola itu karena dia kan tinggal di Eropa yang notabene memiliki stadion dengan standar yang luar biasa. Di Indonesia, cuma beberapa stadion yang bisa dikatakan mempunyai standar oke, selebihnya tidak," tutur pemain yang sudah membela Persija selama 16 tahun.

Tercatat, Persija menorehkan dua kemenangan, enam hasil imbang, dan satu kekalahan di Liga 1 musim 2019 sejak dilatih Banuelos.

Adapun pada dua laga terbaru skuat Macan Kemayoran, melawan Madura United [2-2] dan Persebaya Surabaya [1-1], Banuelos terbilang berani untuk mencadangkan Ismed.