OLEH Ben Hayward PENYUSUN Gunawan Widyantara Ikuti di twitter
Musim lalu Isco punya peran penting di skuat Zinedine Zidane namun belakangan El Real tampil lebih baik tanpa kehadirannya.
Ada yang salah dengan Isco. Pemain berusia 25 ini jadi pujaan saat mengantarkan Real Madrid merajai La Liga Spanyol dan Liga Champions pada musim lalu namun ceritanya sekarang berbeda.
Ketika Gareth Bale absen lama pada musim lalu, Isco memanfaatkan situasi tersebut dengan sempurna tetapi musim sekarang bahkan status starter terus menjauh meski sejumlah pemain kunci Madrid cedera.
Sebelum Natal Isco jadi penghangat bangku cadangan di laga Clasico lawan Barcelona di Santiago Bernabeu, dan sepanjang 2018 dia hanya bermain di enam pertandingan dari total 14 laga yang dijalankan tim.
Parahnya, ketika Isco tampil dia seperti berlari memburu bayangannya sendiri.
Kekalahan Madrid lawan Espanyol adalah salah satu contohnya. Pertandingan tersebut adalah penampilan ke-227 sang gelandang bersama Madrid atau menyamai jumlah pertandingan Zinedine Zidane.
Malam tersebut seharusnya berakhir dengan pesta tetapi sebaliknya. Isco ditarik keluar sebelum laga berakhir untuk digantikan Karim Benzema saat laga menyisakan waktu 21 menit.
Tetapi sebetulnya hal tersebut bukan hal baru. Dari 68 pertandingan di bawah komando Zidane, Isco hanya tampil penuh sebanyak 16 kali atau kurang dari 25 persen.
Duel leg pertama Liga Champions lawan PSG jadi contoh lainnya dan bukan kebetulan Madrid menang setelah Isco meninggalkan lapangan. Isco keluar bersama Casemiro di menit 79 yang membuka ruang untuk Marco Asensio dan Lucas Vazquez yang kemudian berkontribusi pada gol kemenangan di menit 83 dan 86.
Pada Februari lalu Zidane mendapat pertanyaan terkait kemungkinan menjual Isco dan sang pelatih menjawab dengan cara diplomatis:
"Saya selalu menaruh kepercayaan pada tim, situasi ini tidak akan berubah hingga selesai. Ketika saya memulai sesuatu saya tahu kemana tujuannya dan saya selalu mendukung orang-orang yang bekerja dengan saya."
"Isco adalah salah satunya. Dia pesepakbola jempolan yang sudah terbukti dan akan membuktikannya lagi. Saya ingin Isco bersama Madrid dan menghabiskan hidupnya di sini."
"Sebuah kebohongan saya ingin Isco dijual pada musim panas nanti. Saya harap kita tidak lagi membicarakan hal seperti ini."

Akan tetapi performa Isco tak juga memperlihatkan tanda-tanda membaik, aksinya terus menukik. Kritikan kembali membahana dari sejumlah media Spanyol saat Isco berjalan pelan meninggalkan lapangan di pertandingan lawan Espanyol.
Meski demikian pembelaan Zidane tidak berhenti. "Sikap Isco selalu spektakuler. Dia berlatih dengan baik. Marah adalah sebuah hal normal, tetapi episode itu tidak penting. Tidak ada kisah apapun untuk diceritakan."
Kecuali Isco memperlihatkan kemajuan, sang gelandang akan terus jadi bahan pembicaraan di Spanyol. Zidane juga pasti berharap, pemain yang meneken kontrak baru pada musim panas tahun lalu tersebut kembali gemilang dengan aksi fantastis.
Karena kita semua tahu ketika Isco memperlihatkan performa brilian, hanya ada sedikit pesepakbola di dunia yang bisa disebut lebih baik.




