Isco Dalam Persimpangan Karier

Komentar()
Getty
Santiago Solari tidak memilih sang playmaker, namun masalahnya semakin mendalam dan kemungkinan akan hengkang pada musim panas.

Oleh Alberto Pinero

Real Madrid, meski dihadapkan pada masalah cedera pemain dan berjuang untuk mencetak banyak gol sejak kepergian Cristiano Ronaldo, justru tidak menunjukkan tanda-tanda untuk memasang Isco ke dalam starting XI di bawah asuhan Satiago Solari--tapi kenapa?

Situasinya menjadi rumit, terutama mengingat kurangnya komunikasi yang datang dari pemain timnas Spanyol itu, tapi Goal akan berusaha menjelaskannya.

Pertama, Solari bukan penyuka gaya permainan peraih empat gelar Liga Champions itu. Pelatih asal Argentina itu lebih suka menggunakan skema 4-3-3 dengan tanpa kehadiran pemain nomor 10 itu--posisi yang sangat dimiliki sang playmaker untuk memainkan sepakbola terbaiknya.

Ditambah, Isco belum berada dalam kondisi terbaiknya sejak Solari ditunjuk sebagai pelatih tim (Seseorang harus menonton performanya untuk mencatat hal itu sebagai fakta), tapi tampaknya tidak menunjukkan minat pada sesi latihan untuk memperbaiki situasi itu.

Memang diperkirakan kalau Isco telah diberi lebih banyak waktu bermain untuk kembali ke kondisi terbaiknya, tapi Solari tidak berniat memberikan menit tambahan kepada seseorang yang tampaknya tidak memiliki batasan pribadi untuk kembali ke kebugaran pertandingan 100 persen.

Solari justru memilih pemain-pemain dengan mesin yang bagus dan lebih enerjik. Lucas Vazquez, Fede Valverde, Vinicius Jr., dan bahkan Brahim Diaz lebih berpeluang ketimbang dirinya.

Isco, Real Madrid

Jadi, apa peluang yang dapat dimiliki Isco untuk mendapatkan kembali tempat di starting XI? Ya, dia ada di bangku cadangan untuk beberapa kali. Jadi, orang-orang menganggap kalau dirinya sedang "dibekukan." Kemungkinan besar pelatihnya tidak akan memberikan kepercayaan hingga ia kembali bugar.

Anda mungkin mengatakan itu baik dan bagus, tapi bagaimana perasaannya tentang Dani Ceballos, empat tahun lebih muda dari dirinya, masuk dari bangku cadangan lawan Real Betis, dengan 15 menit tersisa dan Madrid membutuhkan gol? Secara umum, orang-orang di sekitar Isco tetap diam, namun jika melihat wajah sang pemain selama pertandingan ada gambaran seorang pemuda yang tidak bahagia dan marah.

Salah seorang rekan pemain berusia 26 tahun itu berbicara melalui Instagram: "Solari punya sejumlah ide sepakbola seperti halnya saya tentang teknik", sebelum menyebut bos Real Madrid itu sebagai "pembunuh sepakbola."

Aitor Costa Instagram story, Isco

Masalah besar lainnya adalah tidak ada dukungan publik dari rekan-rekan setim Isco--tidak ada satu pun anggota skuat yang membela dia sat dia ada di hutan belantara. Itu bisa menjadi dugaan kalau para pemain setuju dengan pelatih kalau gaya Isco tidak cocok dengan sepakbola klub.

Dan, jangan lupa, Isco sempat mendapat cemoohan dari fans sendiri ketika Madrid lawan CSKA Moskwa. Dengan kurangnya dukungan dari klub, maka dapat dibayangkan kalau kepergian dirinya dari Santiago Bernabeu bisa terjadi secepat mungkin.

Jadi, apakah karier Isco di Real Madrid sudah berakhir? Singkatnya: ya. Tentunya, selama Solari tetap melatih dan Isco tidak berada dalam kondisi fit 100 persen. Bahkan, jika Madrid merekrut bos baru pada musim panas, maka kerusakannya sudah tidak dapat dipulihkan.

Apa yang terjadi selanjutnya? Kepindahan pada Januari adalah tidak terjadi. Bahkan, jika pemain-pemain Castilla lebih disukai ketimbang dirinya, klub masih compang-camping dengan masalah cedera dan negosiasi pemain-pemain dengan profil tinggi tidak bisa terjadi dengan cepat.

Meski Isco dikait-kaitkan dengan Manchester City di masa lalu, Goal memahami kalau kepindahan dirinya ke Etihad tidak akan terjadi karena ia tidak cocok dengan rencana Pep Guardiola. Sebagai gantinya, kabar yang menyebutkan Juventus sebagai tujuan yang potensial mungkin lebih dekat dengan kenyataan.

Untuk saat ini, kursi Isco di bangku cadangan kemungkinan akan tetap hangat hingga awal musim panas mendatang.

 

Artikel dilanjutkan di bawah ini
Footer Video

 

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Ole Gunnar Solskjaer Sindir Taktik 'Bodoh' Jose Mourinho
2. Jumat, Aaron Ramsey Resmi Gabung Juventus?
3. Suporter Tottenham Tuding Man United Turunkan Tiga Kiper
4. RESMI: Aleksandar Rakic Bela Madura United
5. #10YearChallenge: Bintang Top Dengan Klub Sama 10 Tahun Terakhir
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

 

 

Tutup