Denis Irwin bangga dengan fakta bahwa tidak ada satu pun klub Inggris yang bisa menyamai rekor treble yang dibukukan oleh Manchester United, sehingga tetap tercatat sebagai satu-satunya di buku sejarah.
Pada 26 Mei 1999, Sir Alex Ferguson melihat pasukannya menggapai prestasi lain untuk menyempurnakan musim yang paling berkesan.
Red Devils kala itu sudah merajai pentas domestik, baik ajang liga mau pun piala, dan mereka melengkapinya dengan raihan trofi kontinental, Liga Champions.
Hanya saja, perjalanan United dalam merebut trofi Eropa kedua dalam sejarah, atau yang pertama sejak 1968, tidak mulus melainkan penuh drama.
Dalam partai final, United tertinggal 1-0 dari Bayern Munich sampai detik-detik akhir permainan, sebelum ada Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer yang mencetak dua gol kilat untuk membalikkan keadaan di Camp Nou.
Itu merupakan trofi ketiga United dalam semusim dan belum ada klub Inggris mana pun yang mampu menandingi prestasi tersebut, baik sebelum mau pun sesudahnya.
Irwin, yang menghabiskan 12 tahun penuh kenangan di Old Trafford semasa bermain, mengatakan kepada The Mirror tentang kebanggaanya menjadi pelaku sejarah tersebut: "Ketika kami memenangkannya, saya pikir itu melegakan, karena kami telah berjuang selama empat atau lima tahun."
"Pada 1999, kami melewati fase grup yang sulit dan sangat sulit di perempat-final dan semi-final melawan Inter Milan dan Juventus."
"Di final, kami menghadapi Bayern yang hebat. Kami tidak bermain bagus tapi berjuang keras dan mendapatkan keberuntungan yang layak kami dapatkan."
"Itu adalah 10 hari yang luar biasa, memenangkan Liga Primer Inggris, Piala FA dan menutupnya dengan Liga Champions."
"Apakan itu akan bisa terulang? Setiap kali ada beberapa tim yang mampu mendekati rekor itu, dan saya pikir itu menunjukkan betapa sulitnya memenangkan tiga gelar sekaligus dalam satu musim. Saya bangga bisa mendapatkan kehormatan itu."


