Iran World CupGetty Images

Keluarga Timnas Iran Diancam "Bui & Siksaan" Jelang Hadapi Amerika Serikat Di Piala Dunia, Ada Apa?

Pemain timnas Iran di Piala Dunia diduga mendapat ancaman bahwa keluarga mereka bisa dipenjara dan/atau disiksa jika melakukan aksi unjuk rasa di laga vs Amerika Serikat.

Dilaporkan bahwa pemain Iran diajak menemui Garda Revolusi Iran (IRGC) setelah mereka menolak menyanyikan lagu kebangsaan di partai pembuka mereka melawan Inggris.

Aksi tak menyanyikan lagu kebangsaan tersebut terjadi di tengah unjuk rasa besar-besaran di Iran, yang memprotes rezim teokrasi Teheran.

Pekan lalu, bekas pemain internasional Iran Voria Ghafouri ditangkap atas tuduhan "menodai reputasi tim nasional dan menyebarkan propaganda melawan negara." Peristiwa ini terjadi sehari sebelum Iran menghadapi Wales di Piala Dunia 2022, di mana pemain mereka menyanyikan lagu kebangsaan.

Keluarga timnas Iran diancam bui dan siksaan

Laporan terinci dari CNN global menduga bahwa pemain timnas Iran diinstruksikan untuk 'jaga sikap'. Keluarga mereka diancam dengan "kekerasan dan siksaan" jika mereka menolak menyanyikan lagu kebangsaan atau jika mereka melakukan aksi protes melawan rezim Teheran.

CNN juga mengklaim bahwa "banyak petugas keamanan Iran" didatangkan ke Qatar untuk memantau gerak-gerik pemain timnas Iran. Mereka dilarang berbicara dengan orang asing atau menemui fans di luar lingkungan timnas dan stadion.

Diduga juga bahwa rezim Iran memakai jasa suporter bayaran untuk hadir di stadion di laga Iran di Piala Dunia dan jumlah ini akan bertambah menjadi ribuan di laga pamungkas fase grup mereka melawan Amerika Serikat, Rabu (29/11) dini hari WIB.

Iran World Cup 2022Getty Images

Seorang narasumber berkata kepada CNN: "Ada banyak anggota petugas keamanan Iran di Qatar yang mengumpulkan informasi dan memonitor pemain."

"Di laga terakhir melawan Wales, rezim [Iran] mengirimkan ratusan suporter bayaran untuk menciptakan suasana dukungan palsu di tengah-tengah para penggemar. Di laga selanjutnya melawan AS, rezim [Iran] berencana menambah jumlah penonton bayar secara signifikan hingga mencapai ribuan."

Iran dibayangi gejolak politik di tengah Piala Dunia 2022

Iran flag World Cup 2022Getty Images

Kiprah Iran di Piala Dunia 2022 memang terjadi di bawah bayang-bayang gejolak politik di Teheran, di mana Iran digoyang protes termasif semenjak rezim Republik Islam berkuasa.

Protes terhadap rezim Iran pun semakin memanas usai tewasnya Mahsa Amini. Seorang wanita usia 22 tahun yang ditangkap polisi moral Iran karena melanggar aturan berpakaian tertutup atau hijab. Amini tewas dalam tahanan dengan dugaan disiksa.

Aksi unjuk rasa Iran pun turut menjadi warna di Piala Dunia 2022. Atas permintaan rezim Republik Islam Iran, otoritas Qatar menyita bendera "Lion and Sun" dari fans Iran - bendera tersebut merupakan bendera nasional Iran sebelum Revolusi Islam 1979 - serta bendera Iran dengan tulisan "women, life, freedom".

Tasnim News Agency, dedia yang terafiliasi dengan Iran, menuntut agar FIFA mencoret Amerika Serikat dari Piala Dunia setelah mereka mengunggah foto benderan Iran yang dimodifikasi sebagai bentuk dukungan terhadap hak perempuan di Iran.

Iklan