Mantan bintang Real Madrid, Raul Bravo menjadi salah satu figur ternama yang ditangkap sebagai bagian dari investigasi match-fixing atau pengaturan skor di Spanyol.
Sejumlah pemain dari masa lalu dan sekarang, bersama dengan beberapa pimpinan eksekutif klub, telah ditahan oleh pihak kepolisian Spanyol.
Penangkapan ini meliputi skandal pengaturan skor yang terjadi di dua kasta teratas Spanyol, yakni La Liga dan Segunda Division.
Salah satu juru bicara La Liga mengatakan: "Tindakan polisi mengikuti keluhan tentang dugaan match-fixing pada pertandingan Mei 2018 dari La Liga ke otoritas Spanyol.
"La Liga sangat aktif dalam memerangi match-fixing. Ini penting bagi kami untuk memiliki kompetisi yang adil."
Pihak kepolisian Spanyol menginformasikan kepada EFE News Agency bahwa operasi penangkapan telah dilaksanakan.
Aksi penangkapan dilakukan sebagai bentuk dari investigasi atas dugaan pengaturan skor.
Mereka yang terlibat dituduh telah memanipulasi hasil beberapa pertandingan demi mengeruk keuntungan dari pasar taruhan olahraga.
EFE melaporkan: "Beberapa pemain sepakbola dari divisi pertama dan kedua Spanyol telah ditangkap atas dugaan keterlibatan dalam match-fixing, sumber Kepolisian Nasional memberitahu EFE pada Selasa ini."
"Sumber tersebut menerangkan bahwa penangkapan dimulai pada pagi hari dalam sebuah operasi terhadap dugaan pengaturan skor yang dilakukan guna mendapatkan keuntungan finansial dari bertaruh pada hasil akhir pertandingan.
Sampai sejauh ini, tujuh orang berhasil diamankan.
Eks bek Madrid, Bravo, yang pernah menjalani masa pinjaman di Leeds United pada 2003, menjadi salah satu yang ditangkap.
Borja Fernandez (Real Valladolid), Samu Saiz (Getafe), Inigo Lopez (Deportivo La Coruna), Carlos Aranda (mantan pemain), Agustin Lasaosa (pimpinan Huesca) dan Juan Carlos Galindo Lanuza (dokter Huesca) adalah deretan nama yang ikut ditahan.
Getty, Goal

