Ferry Paulus - Persija JakartaMedia Persija

Investasi Jangka Panjang Persija Jakarta Tetap Dipinjamkan Ke Klub Liga 2

Persija Jakarta mengumumkan bahwa mereka tetap membiarkan Rafli Mursalim untuk bersama Sulut United yang berkompetisi di Liga 2, dengan status pinjaman. Hal ini diumumkan Persija dalam keterangan resmi mereka.

Rafli sejatinya dikontrak Persija pada Januari tahun lalu dan diharapkan bisa menjadi aset masa depan untuk tim berjuluk Macan Kemayoran. Namun, musim perdana dilewati Rafli dengan peminjaman ke Sulut United, dengan sebuah harapan.

Tentunya, Rafil diharapkan mampu memperoleh menit bermain yang cukup bila berkompetisi di Liga 2 bersama Sulut United. Namun pada nyatanya, kompetisi Indonesia mandek karena wabah virus corona, dan baru digelar Februari nanti.

Kontrak Rafli sendiri berdurasi tiga tahun, mantan pemain Mitra Kukar ini otomatis melewati kontrak tahun pertamanya tanpa menit bermain. Makanya, Persija tetap akan membiarkan Rafli bersama Sulut United pada tahun 2021 ini.

"Rafli diikat kontrak berdurasi tiga tahun. Manajeman Persija menjadikan Rafli sebagai alternatif penyerang muda Macan Kemayoran kala itu. Apalagi status sebagai mantan pemain timnas Indonesia U-19 tentunya membuat Rafli jadi penyerang andalan masa depan Persija," tulis Persija.

"Kini Rafli statusnya masih dipinjamkan ke klub Liga 2, Sulut United. Direktur olahraga Persija Ferry Paulus berpendapat peminjaman mantan pemain timnas U-19 itu merupakan solusi terbaik bagi semua pihak. Sebab di Sulut United, Rafli akan mendapat lebih banyak kesempatan bermain," tutup Persija.

Rafli Mursalim - Persija JakartaMedia Persija

Sayangnya hingga kini belum ada kepastian lebih lanjut mengenai kelanjutan kompetisi Liga 1 atau pun Liga 2, sebagaimana PT Liga Indonesia Baru (LIB) atau pun PSSI belum mendapatkan surat izin keramaian secara tertulis dari kepolisian.

Pada Oktober lalu, Liga 1 dan Liga 2 gagal digelar kembali karena Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyebut kondisi pandemi virus corona di Indonesia belum terkendali. LIB dan PSSI pun memutuskan, untuk menundanya ke November.

Lagi-lagi, rencana itu tak bisa dieksekusi, Polri memaparkan bahwa kekhawatiran lain selain pandemi virus corona adalah Pemilhan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di beberapa daerah di Indonesia, dan PSSI pun menetapkan kompetisi start kembali Februari 2021.

Kini seluruh klub masih mempertanyakan kepastian mengenai kompetisi yang rencananya bertajuk musim 2020/21 tersebut. Sudah banyak pemain hengkang karena kontraknya habis, dan daya tarik kompetisi Indonesia memudar dengan masifnya pemain luar negeri yang hengkang.

Iklan
0