Pelatih Inter Milan, Simone Inzaghi, yang terancam pemecatan mengatakan bahwa hasil imbang di markas Salernitana tidak adil bagi timnya.
Inter gagal memutus tren buruk usai ditahan imbang Salernitana 1-1 pada giornata ke-29 Serie A di Stadion Arechi, Jumat (7/4).
Nerazzurri unggul cepat sejak menit keenam melalui penempatan bola brilian Robin Gosens memaksimalkan kerja sama tim yang apik.
Apes, sang tamu gagal mempertahankan keunggulan di pengujung laga setelah dibobol mantan winger mereka, Antonio Candreva, lewat bola panjang yang justru mengarah ke gawang pada menit ke-90.
"Sangat sulit membicarakan sepakbola malam ini, karena kita semua melihat apa yang terjadi," ucap Inzaghi pasca-pertandingan.
"Tim menampilkan performa yang bagus, hanya dua hari setelah pertandingan melawan Juventus. Penyesalan utama adalah kami tidak mampu mencetak gol kedua."
"Kami benar-benar harus membayar mahal karena tidak mematikan permainan. Skuat melakukan upaya yang luar biasa dan pantas mendapatkan lebih."
"Sebagai seorang pelatih, saya merasa sulit untuk menjelaskan bagaimana laga ini berakhir dengan hasil imbang setelah semua yang kami ciptakan. Ada kekecewaan besar, tapi itu harus memotivasi kami tampil lebih baik lagi untuk apa yang menanti kami selanjutnya," pungkasnya.
Dengan hasil ini, tanpa kemenangan dalam enam laga terkini di lintas ajang dan cuma mampu mencetak tiga gol.
La Beneamata turun ke urutan keempat klasemen dan terancam terlempar dari zona Liga Champions usai cuma unggul satu angka atas AS Roma serta tiga angka atas Atalanta yang berada di bawahnya dan masing-masing masih mengantongi satu laga di tangan.
Lautaro Martinez dkk. pun tanpa modal bagus jelang melakoni laga penting kontra Benfica pada leg pertama perempat-final UCL di Stadion da Luz, Rabu (12/4) dini hari WIB.


