Pep Guardiola Erling Haaland Man City Dortmund 2020-21Getty/Goal

Ini Rencana Pep Guardiola Untuk Hentikan Erling Haaland

Pep Guardiola mengatakan, kesempatan terbaik Manchester City untuk menghentikan Erling Haaland adalah membuat striker asal Norwegia itu kekurangan peluang jelang leg pertama perempat-final Liga Champions lawan Borussia Dortmund di Etihad Stadium, Rabu (7/4) dini hari WIB.

Haaland menjadi salah satu pemain terpanas di Eropa setelah pemain berusia 20 tahun itu mencetak 33 gol dari 32 penampilan untuk Dortmund pada musim 2020/21 ini.

Sementara itu, The Citizens termasuk di antara klub-klub yang dikait-kaitkan dengan Haaland, meski pada pekan lalu, Guardiola mengatakan kalau timnya tidak akan mampu membeli pengganti Sergio Aguero ketika sang striker pergi pada musim panas mendatang.

"Ia fantastis. Semua orang tahu itu. Orang buta bisa menyadari dia luar biasa, tidak perlu menjadi manajer untuk menyadarinya," ujar Guardiola tentang Haaland jelang pertandingan lawan Dortmund.

Ketika ditanya bagaimana cara menghentikan Haaland, Guardiola memberikan rencananya.

"Para striker yang mencetak gol akan mencetak lebih banyak gol ketika mereka berada di kotak kami. Ketika mereka memiliki lebih banyak menit dari kotak kam, mereka memiliki lebih sedikit peluang," ujar Guardiola lagi.

"Tidak hanya Haaland--Vardy, Salah, Gabriel [Jesus], Aguero--semua striker di seluruh dunia ingin berada di sana sebanyak mungkin. Jadi, cara terbaik adalah menghindarkan mereka berada di sana sebanyak mungkin."

Dengan saat ini unggul 14 poin di puncak klasemen sementara Liga Primer Inggris, City masih memiliki peluang untuk meraih quadruple, namun Liga Champions masih menjadi trofi tersulit untuk dimenangkan.

Guardiola memenangkan Liga Champions dua kali bersama Barcelona, namun sejauh ini, ia gagal melewati babak perempat-final bersama City dalam empat kesempatan.

Pada musim lalu, City disingkirkan Lyon, yang finis di urutan ketujuh di Ligue 1. Guardiola mengakui kalau dirinya sakit hati cukup lama akibat kekalahan tersebut.

"Tetap ada di kepala saya selama berpekan-pekan. Itu menyakitkan, saya tidak bisa menyangkalnya. Itu adalah pertandingan terakhir pada musim ketika itu dan kami ingin melewatinya," ujar Guardiola lagi.

Iklan
0