Inggris menyalah gunakan peran Jamie Vardy selama Euro 2016, seperti yang diyakini mantan penyerang Leicester City, Steve Claridge.
Vardy, 29, tampil dari bangku cadangan kala mencetak gol krusial saat The Three Lions memetik kemenangan tipis 2-1 atas Wales di fase grup, namun tak bisa mengulangi performa serupa saat bertemu Slowakia.
Menurut Claridge, pola permainan Inggris di bawah arahan Roy Hodgson sejauh ini tak cocok bagi penyerang yang baru memperpanjang kontrak di Leicester tersebut kendati diminati Arsenal.
"Taktik yang ada tak cocok bagi Vardy ketika tim bermain lebih ke dalam. Pemain sayap harus membuat lapangan terlihat lebar dan Inggris tak melakukan itu," ujarnya.
"Adam Lallana bukan pemain sayap. Inggris membawa sekitar enam pemain berkarakter menyerang dan mereka dimainkan semua ketimbang menaruh pemain sayap."
"Gaya permainan Vardy adalah lebih ke breaker, ia bukan tipe yang menunggu, gaya seperti itu lebih cocok untuk Andy Carroll atau Peter Crouch."
"Ia bermain lawan Slowakia, tak pernah sekali pun melewati garis tengah dan itu bukan gayanya. Kekuatan Vardy adalah kecepatan dan ia punya kemampuan untuk turun ke belakang."
Di babak 16 besar, Inggris akan menghadapi Islandia, yang diprediksi juga akan tampil bertahan sama seperti dua lawan yang sudah dihadapi yakni Wales dan Slowakia


