'Inggris Layak Ke Final Piala Dunia U-17'

Komentar()
Buda Mendes - FIFA/FIFA via Getty Images
Pelatih Brasil U-17 menyesalkan tumpulnya lini serangan tim dan mengatakan Inggris pantas menang di semi-final.

OLEH  Gunawan Widyantara     Ikuti di twitter

Pelatih kepala Brasil Carlos Amadeu menerima kekalahan timnya di semi-final Piala Dunia U-17 dan menyebut Inggris pantas menang karena lebih efektif di depan gawang.

"Mereka efektif. Inggris mampu menciptakan peluang dan menyempurnakannya, tim ini layak menang. Kamib ermain begus di babak pertama tetapi gol tak juga tercipta," ujar Amadeu.

Bek kiri Brenner sebenarnya punya kans menjebol gawang untuk Brasil pada situasi one-on-one dengan Curtis Anderson namun sepakannya melebar. 

Menyikapi hal tersebut Amedeu menegaskan enggan menimpakan kesalahan pada pemain tertentu.

England U17 vs Brazil U17

"Anda tidak bisa memilah-milah momen pada sepakbola. Kami bermain bagus. Mereka mencetak gol kemudian kami bisa bangkit," lanjutnya.

"Kami punya banyak peluang mencetak gol tetapi gagal. Kedua tim punya kesempatan bagus untuk menang. Kami bermain melawan tim hebat dengan pelatih jempolan pada diri Steve Cooper."

"Ini bukan permasalahan taktik. Kami bermain bagus. Kami bisa menyerang dari sayap. Aksi para penyerang juga bagus. Ada kans ketika Lincoln gagal menyambar bola."

"Kami bisa menciptakan peluang namun hari ini bola tak kunjung menggetarkan jala gawang. Lini bertahan juga bermain bagus. Ada sejumlah kesalahan lalu Inggris mencetak gol dan menang."

Brazil vs England 25102017

Rhian Brewster mencatatkan hat-trick ke gawang Brasil dan namun Amadeu lebih memilih memuji tim Inggris ketimbang menilai secara khusus performa top youngster Liverpool itu.

"Bukan hanya Brewster, banyak pemain yang akan melanjutkan karier di level senior. Khusus untuk Inggris mereka punya banyak pemain berbakat," sambungnya.

"Saya kecewa karena gagal menang, tetapi begitulah sepakbola. Brasil harus menatap ke depan."

"Masoh ada satu pertandingan tersisa, sebagai pemimpin saya tidak bisa membiarkan para pemain larut dalam kesedihan. Pemain harus menegakkan kepala untuk pertandingan berikutnya."

Tutup