Joachim Low Germany 2021Getty

"Bikin Ngakak!" - Eks Jerman Kritik Taktik Joachim Low Di Euro 2020

Menurut Markus Babbel, Jerman tidak punya "rencana cadangan" dan mantan pelatih Joachim Low harus disalahkan atas tersingkirnya Die Mannschaft dari Euro 2020 setelah tidak menaruh pemain di posisi yang tepat. Ia juga berkata bahwa gagasan kalau Jerman tak memiliki kedalaman skuad membuatnya "tertawa terpingkal-pingkal."

Rezim 15 tahun Low sebagai manajer tim nasional Jerman harus berakhir Selasa (29/6) kemarin setelah disingkirkan Inggris 2-0 di Wembley saat keduanya bertemu pada babak 16 besar. Jerman pun dinilai gagal menciptakan peluang emas saat menggunakan formasi 3-4-3.

Juara Euro 96 Babbel berkata taktik Low kaku dan membuat Jerman kalah, ia menyoroti trio Bayern Munich Joshua Kimmich, Thomas Muller, dan Leroy Sane tidak ditempatkan di posisi terbaik.

Sebelum tunduk gara-gara gol paruh kedua Raheem Sterling dan Harry Kane, Jerman sempat membuat Inggris kewalahan di awal pertandingan, terutama saat tendangan Timo Werner ditepis Jordan Pickford meski telah berhadapan satu lawan satu. Babbel merasa kegagalan memanfaatkan peluang tersebut mengindikasikan permasalahan Jerman.

Berbicara kepada Goal dan SPOX, Babbel berujar: "Mereka kurang keyakinan bisa melakukannya. Mereka mengawali dengan baik, harusnya itu memberikan rasa percaya diri. Anda bisa merasakan bahwa Inggris takut akan kami, tetapi tiba-tiba kami kian pasif, kami tidak bisa menahan bola begitu Inggris agresif."

"Hasilnya bola cepat hilang dan atmosfer di stadion perlahan-lahan mulai membekas."

Kimmich, terbiasa menjadi jenderal lapangan tengah Bayern, dipos sebagai bek sayap kanan, sementara Muller dan Sane memainkan posisi yang berbeda dari biasanya saat di klub.

Babbel merasa pemilihan Low kurang kreaitf, mantan bek Liverpool itu juga tidak percaya bahwa Low tidak memiliki skuad yang sesuai demi menempatkan pemain di posisi terbaiknya.

Ia berkata: "Bersikeras memakai tiga bek tanpa rencana cadangan sungguh membuat saya jengkel. Selalu sulit saat pemain tidak berada di posisi terbaik. Joshua Kimmich memang bisa bermain di kanan, tetapi menurut saya ia menunjukkan ketidakpuasan. Ia ingin bermain sebagai nomor enam."

Thomas Muller England GermanyGetty

"Omong kosong jika ada yang bilang tidak bisa menemukan bek kanan. Saya tertawa terpingkal-pingkal! Anda tidak perlu Cafu untuk terus menerus mengawali setiap serangan. Menutup sisi tersebut saja sudah cukup dan Matthias Ginter, Emre Can, atau Niklas Sule pasti bisa melakukannya."

"Leroy Sane juga tidak memainkan posisi favoritnya. Ia nyaman bermain di kanan, bersama kami ia tak henti-hentinya harus bergerak ke kiri dan itu mengganggu kepercayaan dirinya yang sudah rusak."

"Thomas Muller juga. Muller terbaik jika bermain di sekitar striker bersama Bayern. Ia tetap bermain bagus di Piala Eropa, tetapi mengapa kita tak membiarkan para pemain berada di posisi terbaiknya? Anda punya banyak waktu untuk menyiapkan turnamen seperti ini tapi malah tidak punya rencana cadangan."

Jerman kini fokus untuk lolos ke Piala Dunia 2022 - setelah tersingkir pada babak grup di edisi 2018 - di bawah manajer baru Hansi Flick, dan Babbel merasa peraih treble di Bayern itu bisa memanfaatkan keahlian pemainnya.

"Harusnya didasari performa dan bukan usia. Piala Dunia hadir tahun depan dan kami tidak memiliki tim yang terlalu tua atau tidak berkualitas. Namun tim harus kembali dominan dan percaya diri lagi serta tampil beda."

"Flick harus melakukannya dalam jangka pendek. Ia telah menunjukkan di Bayern kalau ia bisa meraihnya. Di masa depan, orang-orang bertalenta yang ingin dan akan bersaing demi tempat di tim akan terus datang."

Babbel khususnya ingin Werner lebih menunjukkan tajinya, striker Chelsea itu wajib lebih egois dan penuh tekad jika ingin menjadi andalan Flick alih-alih nyaman mengisi peran pengganti.

"Itulah mengapa saya tak ingin mendengar pernyataan seperti Werner bahwa ia tak masalah tidak menjadi starter dan itu membuatnya menjadi pemain yang berkorban bagi tim. Harusnya ia marah saat duduk di bangku cadangan! Jika pelatih berkata [ia harus duduk di bangku cadangan], ia memang harus melayani tim, tapi pernyataan seperti itu membuat bulu kuduk saya berdiri."

"Sebagai juara Liga Champions, Anda wajib ingin menjadi starter. '[Serge] Gnabry yang harus menyingkir', itu yang ingin saya dengar darinya."

Iklan
0