Generasi baru tim nasional Inggris kian bersinar usai menyamai rekor yang terakhir dibukukan pada abad ke-19 ketika menang besar atas Islandia.
The Three Lions menjalani laga terakhir fase grup UEFA Nations League untuk gengsi setelah gagal meraih tiket lolos ke semi-final.
Mengingat kans Inggris untuk bisa melaju telah tertutup, maka Gareth Southgate melakukan eksperimen dengan menurunkan materi pemain muda lawan Islandia.
Dan bakat-bakat muda yang dipercaya tampil menjawab kepercayaan dengan sempurna, menang 4-0 dalam pertandingan yang digelar di Wembley, Kamis (19/11) dini hari WIB.
Declan Rice membuka skor pada menit ke-20, sebelum Mason Mount menggandakan keunggulan tuan rumah menjelang turun minum.
Selepas jeda, bintang muda Manchester City, Phil Foden mencuat usai mengemas dua gol yang memastikan kemenangan Inggris dengan skor nyaman.
Rice dan Mount sama-sama berusia 21 tahun, sedangkan Foden setahun lebih muda atau 20 tahun. Ketiganya yang sama-sama membobol gawang lawan menandai sedikit sejarah spesial bagi Inggris.
Belum pernah ada lagi sejak 1883, pada era pertama sepakbola internasional, ada tiga pemain berusia 21 tahun atau lebih mudah yang mencetak gol untuk Inggris di level senior.
Rice, Mount dan Foden kini mengikuti jejak William Cobbold, Oliver Whateley dan Frank Pawson, yang ketiganya mencetak gol ke gawang Republik Irlandia 137 tahun lalu.
Bukayo Saka, 19, juga tampil sebagai starter, berarti Inggris menurunkan empat pemain di bawah usia 22 tahun untuk pertama kalinya sejak gelaran Home Nations lawan Irlandia Utara pada November 1959.
Foden menerima penghargaan lain, menjadi pemain Inggris pertama di bawah usia 21 tahun yang mampu mencetak lebih dari satu gol dalam laga di Wembley.
Inggris akan kembali beraksi pada 2021, memulai kampanye kualifikasi Piala Dunia 2022 mereka pada Maret mendatang.
