PT Liga Indonesia Baru (logo)Muhamad Ridwan/Goal

Infrastruktur Kurang Memadai, PT LIB Sulit Gelar Liga 1 Di Luar Pulau Jawa

PT Liga Indonesia Baru (LIB), menyatakan sulit untuk melaksanakan Liga 1 2021/22, di luar Pulau Jawa. Meski, angka kasus virus corona di sana lebih rendah dibanding Pulau Jawa.

Kurangnya infrastruktur memadai yang membuat PT LIB, tak mungkin memusatkan pertandingan Liga 1, di luar Pulau Jawa. Mengingat, kompetisi sepakbola kasta teratas nasional dihelat secara penuh dengan 306 laga digelar.

Format Liga 1 musim ini berbeda dibanding musim-musim sebelumnya. PT LIB terpaksa melakukan perubahan karena dampak pandemi virus corona yang melanda Tanah Air, sejak tahun lalu.

Seluruh pertandingan Liga 1 digelar di Pulau Jawa dengan menggunakan sistem bumble to bumble. Seluruh laga dilangsungkan tanpa penonton dan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Pertandingan tersebut bakal dilaksanakan dalam enam seri yang diputar di tiga klaster. Wilayahnya, meliputi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

SudjarnoMuhamad Ridwan/Goal

Adapun seri pertama dan keenam akan digelar di klaster Banten, Jakarta dan Jawa Barat. Lalu seri kedua dan kelima di klaster Jawa Tengah dan Yogyakarta. Kemudian seri ketiga serta seri keempat di klaster Jawa Timur.

"Di Pulau Jawa perpindahan klaster ke klaster berikutnya tak terlalu jauh. Untuk sekarang kita tak bisa sampaikan bisakah dibuat di luar Pulau Jawa? Nanti akan kami gambarkan ke PSSI memungkinkan atau tidak," direktur operasional PT LIB Sudjarno.

"Kalau Liga 2 akan kami buat grup dan ada bidding untuk jadi tuan rumah. Beberapa tim sudah mengajukan diri seperti PSMS Medan, Kalteng Putra, dan Persiba Balikpapan. Pasti Kalimantan, Sumatra dan lain-lain di Liga 2 akan digunakan," Sudjarno menambahkan.

Semula Liga 1 bakal dimulai pada 9 Juli mendatang. Namun, PSSI dan PT LIB memutuskan menundanya ke akhir Juli atau sampai kasus virus corona melandai.

Berdasarkan data Satgas Covid-19, per 29 Juni dalam 24 jam terakhir ada penambahan 10.359 kasus. Jumlah tersebut membuat angka kasus aktif menjadi 228.835 orang.

Iklan
0