Ratu Tisha telah memutuskan mundur dari sekjen PSSI. Meski tak lagi punya kedudukan di federasi, direktur teknik PSSI Indra Sjafri, percaya sosok berusia 34 tahun tersebut tetap membantu sepakbola Indonesia.
Semenjak mengemban tugas sebagai sekjen PSSI, Tisha melakukan sejumlah terobosan. Mulai dari menggelar kompetisi usia muda alias Elite Pro Academy (EPA), Liga 1 Putri, lisensi kepelatihan AFC Pro, hingga meloloskan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021.
Tisha juga menjadi wanita pertama yang menduduki posisi tersebut. Tak diketahui alasan yang membuat Alumni Institut Teknologi Bandung tersebut, mundur dari jabatannya.
"Saya yakin ibu Tisha akan selalu bantu PSSI dan sepakbola Indonesia ke depannya," kata Indra ketika dihubungi wartawan.
Tugas sekjen mulai diemban Tisha di era kepimipinan Edy Rahmayadi tepatnya pada 17 April 2017, usai menjalani serangkaian tes. Ia menggantikan Ade Wellington, yang mundur.
Dalam waktu dekat ini PSSI bakal melangsungkan rapat mencari sosok yang tepat untuk menduduki posisi yang ditinggalkan Tisha. Termasuk merumuskan mekanisme tes dan kriteria buat sekjen baru.
